Aliansi Warga Kota Surabaya Gelar Aksi Demo Tuntut Oknum Satpol PP di Proses Hukum

0
56

KABARHIT, SURABAYA – Kasus baku hantam yang dilakukan oleh dua oknum anggota Satpol PP Kota Surabaya di sebuah tempat Karaoke Zona Jalan Kapasari Surabaya awal pekan lalu berbuntut panjang.

Puluhan Warga Surabaya yang mengatasnamakan Aliansi Warga Kota Surabaya melakukan aksi demo atau unjuk rasa di pintu masuk Pemkot Surabaya. Selasa (31/8)

Aksi mereka menuntut kepada Walikota Surabaya agar Kabid Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat, Piter Frans Rumaseb dan staff Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Wahyu Prasetyo di pecat.

“Oknum Satpol Pol PP Piter dan Wahyu harus di pecat dan di pidanakan karena sebagai pejabat struktural tidak memberikan contoh yang baik bagi warga Surabaya,” tegas Heru koordinator aksi saat berorasi.

Heru menambahkan, menurutnya Polisi dapat memidanakan Piter dan Wahyu karena kejadian pengeroyokan di Cafe Zona One Stop Entertainment merupakan tindak pidana murni.

“Contohnya kasus yang waktu lalu sempat viral di Goa, Satpol PP yang arogan saat melakukan razia dapat dipidana. Ini jelas-jelas mabuk dan Mukul orang dibiarkan saja. Ada apa ini,” tambahnya.

Sementara itu Baihaki akbar mengatakan, warga tidak memakai masker saja ditindak dan didenda dan banyak lagi masyarakat Surabaya yang serupa dengan apa yang saya alami.

“Korbannya saya sendiri ditindak dan didenda waktu didalam mobil tidak memakai masker dan itu sama keluarga Istri dan Anak. Lha ini ada oknum Satpol Pol PP mabuk dan memukul orang kenapa tidak ditindak,” katanya.

Baihaki akbar juga meminta kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi supaya oknum Sat Pol PP ditindak tegas dan dipecat.

“Apabila oknum Sat Pol PP tidak dipecat , kami akan melakukan aksi besar-besaran,” terangnya.

Aksi Demo yang dilakukan Aliansi warga Surabaya ini buntut dari peristiwa tersebut terjadi saat oknum Satpol PP sedang menjamu tamunya di dalam ruang karaoke di Cafe Zona One Stop Entertainment daerah Gembong, Surabaya

dny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here