Gubernur Jatim Serahkan Ambulance Tujuh Unit Untuk Layanan Lansia

0
35
foto ubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan tujuh unit mobil ambulance masing-masing kepada tujuh Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial

KABARHIT, SURABAYA Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan tujuh unit mobil ambulance masing-masing kepada tujuh Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha yang ada di Jatim yakni Pasuruan, Jombang, Magetan, Blitar, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi.

Ketujuh mobil ambulance yang dilengkapi dengan berbagai peralatan medis seperti tempat tidur, tabung oksigen, regulator dan alat medis lainnya tersebut diserahkan Gubernur Khofifah kepada masing-masing Kepala UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at .

Namun menurutnya, pada prinsipnya basis format kekeluargaan yang ada di Jatim adalah Extended Family. Format extended family ini yakni dengan mengedepankan pendekatan keluarga di mana tidak hanya keluarga inti seperti ayah, ibu dan anak, namun ada anggota lain yang masih memiliki hubungan darah seperti kakek, nenek, dan lain lain.

Format extended family ini, lanjut Khofifah, berbeda dengan format Nuclear Family yang banyak dilakukan di negara-negara seperti Eropa, Amerika dan Australia. «Kalau extended family ini biasanya ada nenek, paman atau bude yang ikut dengan kita, karena memang mereka membutuhkan kehangatan dari sapaan keluarga.

Khofifah mengatakan, pengecualian bagi para lansia yang sudah tidak memungkinkan mendapat layanan di tengah-tengah keluarga, seperti lansia terlantar, maka lansia tersebut masuk kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial . Lansia PMKS inilah yang saat ini  ditempatkan di Panti Tresna Werdha.

Jadi mohon kepada kita semua kalau masih ada keluarga, lebih baik yang kita lakukan adalah penjangkauan layanan. Penanganan non-Panti ini juga yang disiapkan PKH plus. Penanganan non-panti ini antara lain bagi lansia yang hidup sebatang kara di rumahnya dan membutuhkan akses layanan kesehatan. Ambulance ini diharapkan dapat memberikan layanan yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat.

Baca Juga Gubernur Khofifah Resmikan Pusat Studi Jawa Timur

Penanganan non-panti lainnya adalah mengindentifikasi rumah para lansia yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni agar diprioritaskan mendapatkan program rumah tinggal layak huni. Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini meminta para UPT Dinsos atau Tresna Werdha yang ada di Jatim ikut menyisir rumah-rumah lansia yang masih masuk kategori Rumah tidak layak huni.

“Jadi ketika kita menemukan lansia yang ternyata rumahnya tidak layak huni, tolong itu diprioritaskan dan dikordinasikan dengan Pak Kepala Dinsos. Saya minta tolong ini agak serius untuk memberikan layanan kepada mereka yang sudah lansia yang masih berada pada rumah yang tidak layak huni.

Penjangkauan rumah lansia yang tidak layak huni ini, lanjutnya, sangat penting karena seringkali keberadaannya tidak terpantau karena lokasi rumahnya yang sebenarnya berdekatan dengan rumah-rumah permanen sehingga seringkali terlewat. «Ini seperti yang saya temukan ketika di Jember kemarin.

Dalam kesempatan ini, Khofifah turut mengapresiasi program zakat dan sodaqoh yang dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Jatim. Dimana hasil dari program pengumpulan zakat dan sodaqoh tersebut digunakan untuk pendapatan tambahan para tenaga kasar yang ada setiap UPT di daerah serta asuransi keselamatan kerja bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Saya akan mengajak seluruh OPD termasuk UPT yang ada di Pemprov Jawa Timur melakukan hal yang sama kemudian sebagian kita salurkan kepada mereka yang memang membutuhkan seperti yang sudah dilakukan Dinas Sosial saat ini,” terangnya.

Yakni dengan membuat lingkungan yang memungkinkan mereka bisa berdiskusi dengan sesama lansia, saling bersapa, sampai dengan memberikan ruang berekspresi dan mengembangkan keahliannya. Berekspresi itu ada yang mungkin dulunya pelukis atau sastrawan. Bahkan ada yang pintar berbahasa asing.

Mereka ini ingin memberikan kursus secara gratis misal bahasa asing atau melukis tergantung bagaimana kita melihat kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh mereka. Mungkin ke depan bisa disiapkan salah satu UPT yang menjadi Center of excellent format-format seperti ini. Jangan hanya millennial yang di eksplore potensinya  di tapi juga para senior citizen atau lansia ini, ” terangnya.

Peningkatan perolehan itu sebagian besar diberikan kepada para tenaga kasar yang ada di UPT sebagai tambahan penghasilan mereka.

and

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here