Ini Alasan Bupati Gresik Mendatangi Gedung Perumda Giri Tirta

0
54
Foto : Bupati Gresik saat meninjau Perumda Giri Tirta, Jumat, 17 September 2021. ( ist)

KABARHIT, GRESIK – Distribusi air Perumda Giri Tirta Banyak di keluhkan khususnya warga gresik dan sekitarnya karena distribusi air untuk warga tidak terpenuhi sebagai mana mestinya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sapaan akrab nya Gus Yani saat itu juga lakukan Audit  penyertaan modal Perumda Giri Tirta APBD tahun 2019 sebesar Rp 25 miliar.

Kedatangan beliau di dampingi oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah  (BPPKAD), Inspektorat, Kabag Hukum.

Pertemuan ini di gelar secara tertutup lebih dari dari dua jam, bertempat di Perumda Giri Tirta, Jumat, 17 September 2021.

” Saat ini keadaan Perumda Giri Tirta menjadi perhatian masyarakat, dalam hal pelayanan juga hampir setiap hari ada keluhan dari masyarakat terkait tidak keluarnya air.

Kami duduk bersama untuk mengevaluasi Perumda Giri Tirta. Hasil keputusan kita lakukan dua hal. Yaitu audit, baik audit teknik, audit keuangan.

Kami ingin tahu, karena ada penyertaan modal dari DPRD tahun 2019 sebesar Rp 25 miliar tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Ini menjadi catatan,” paparnya.

Anggaran pernyertaan modal Perumda Giri Tirta tahun 2019 tidak sesuai dengan perencanaan. Perumda Giri Tirta tidak bisa melaksanakan perencanaan yang harus dilakukan.

Lebih lanjut, Gus Yani sapaan akrab Fandi Akhmad Yani menuturkan kondisi Perumda Giri Tirta tidak bisa melaksanakan target pendistribusian air bersih.” Terang Gus Yani

“Ini menjadi lepas target dari awal berdirinya BUMD Perumda Giri Tirta. Ya jelas evaluasi dari tidak sesuainya perencanaan. Maka Perumda Giri Tirta gagal dalam melaksanakan tugas sebagai BUMD.

Kita lakukan audit baik teknik dan keuangan dalam rangka untuk mitigasi kerugian selanjutnya agar tidak terjadi lagi ,” tegasnya.

Sementara itu, Dirut Perumda Giri Tirta, Siti Aminatus Zariyah mengungkapkan dalam pekan ini memang ada kebocoran pipa menyebabkan air tidak keluar. Kejadiannya beruntun.

“Untuk Rp 25 miliar masih kita laksanakan dari Balongpanggang ke Kedungrukem, juga ada di booster Giri 1, proses lelang Giri sampai Mayjend Sungkono. Sebenarnya kita sesuai perencanaan tapi belum kita laksanakan,” kata Siti Aminatus Zariyah

Sehingga yang bisa tercorver di tahun 2020 yang sudah kita operasionalkan cuman ada di Balongpanggang sampai ke Kedungrukem yang lain masih proses akad lelang,

Insya allah di tahun 2021, anggaran kita habiskan sesuai dengan LO atau rekomendasi dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” terangnya (and)

Sumber Gresikkab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here