DPRD Apresiasi Pemprov Jawa Timur Berikan Bantuan Faskes Pesantren

0
Jawa Timur
Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah

KABARHIT | SURABAYA – Fraksi PKB DPRD mengapresiasi langkah Pemprov jawa timur, karena tekah memberikan bantuan kepada pondok pesantren berupa fasilitas kesehatan (Faskes) sebagai pencegahan penyebaran Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah, mengatakan seiring dengan penerapan new normal di wilayah pemprov jawa timur , termasuk mengembalikan aktivitas belajar mengajar di pesantren, Fraksi PKB Jawa Timur sudah getol memperjuangkan agar pondok pesantren mendapatkan jaminan kesehatan berupa fasilitas kesehatan.

Perjuangan tersebut dilakukan karena tidak angin adanya klaster baru penyebaran covid-19 di Jawa Timur, seperti yang terjadi di Inggris

Di dua negara tersebut muncul claster baru setelah anak-anak kembali sekolah selama 10 hari dan pada akhirnya ditutup kembali. Hal tersebut tentu sangat tidak diinginkan, terlebih lagi terjadi di lingkungan pondok pesantren. Oleh karenanya Fraksi PKB mengawal kebijakan anggaran perbantuan untuk pondok pesantren.

“Satu-satunya yang bisa dilakukan oleh FPKB adalah memperjuangkan dan mengawal kebijakan anggaran untuk memback up ponpes memasuki  pembelajaran.

anggaran tersebut untuk fasilitas kesehatan dan jaminan bagi santri bisa bebas dari covid-19,” ungkap Anik yang juga anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Anik Maslachah.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Jawa Timur guna memastikan bahwa pesantren sebagai kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyebaran covid-19 agar diperhatikan.

Kerja koordinasi tersebut, kata Anik, akhirnya membuahkan hasil karena adanya intervensi anggaran pencegahan covid-19. Suporting yang diberikan Pemprov Jawa Timur untuk pesantren diantaranya adalah APD di setiap Pusat Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren), menyiapkan vitamin C, menyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, masker dan sprayer disinfektas.

Pemprov Jawa Timur Berikan Faskes

Tidak hanya itu, Pemprov juga berencana untuk membantu sembako para ustad dan ustadzah yang bermukim.

Menurut Anik, hal lain yang tidak kalah penting yang juga harus dilakukan pemerintah adalah yang pertama memberikan edukasi protokol kesehatan kepada pengelola ponpes.

Edukasi penting dalam memberikan kesadaran dan pola hidup sehat baru di lingkungan pesantren. Kedua yaitu melakukan PCR test gratis.

“Ini bisa dilakukan dengan dua model, bisa sebelum anak masuk ponpes atau sudah ada dalam ponpes. Kalau memang setelah anak di ponpes, maka ponpes harus menyediakan ruang isolasi, bagi yang hasilnya reaktif sambil menunggu swab,” imbuhnya.

Lingkungan pendidikan pesantren merupakan lingkungan pendidikan yang tidak sama dengan lingkungan pendidikan pada umumnya, yaitu hidup komunal.

Maka diperlukan bantuan dari pemerintah sarpras berupa ruang tidur santri, ruang belajar santri dan juga termasuk MCK yang sesuai dengan stadart kesehatan.

“Fasilitas yang sesuai standart dan pemenuhan kebutuhan gizi, vitamin dari para santri. Saya yakin, penyebaran covid-19 tidak akan terjadi di pesantren,” sambungnya.

Semua itu kata Anik, perlu koordinasi lanjutan karena harus melibatkan kabupaten/kota setempat. “Kerja sama, koordinasi pemprov dan pemkab/pemkot yang dikawal oleh Fraksi PKB daerah setempat mempermudah kerja-kerja penangan covid-19,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here