Satu-satunya, Mahasiswa S1 FH UNAIR Paparkan Politik Hukum Agraria di Konferensi Nasional UNPAD

0
142

KABARHIT– Suatu prestasi yang sangat membanggakan, Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) mendapat kesempatan untuk mempresentasikan artikelnya dalam National Conference di Gedung Rektorat Universitas Padjajaran, Bandung pada Rabu (2/7/2019). Mengusung tema “Kisah Sukses Strategi Pembangunan Mandiri di Daerah Kepulauan”, ajang national confrence itu diselenggarkan oleh Maluku Corner, Universitas Padjajaran.

Pada ajang konferensi nasional tersebut, mahasiswa  FH  UNAIR merupakan satu-satunya mahasiswa S1 yang menjadi pemakalah. Mahasiswa FH UNAIR yang terdiri dari Xavier Nugraha (2015), Nina Amelia Novita Sari (2016), Ezra Tambunan (2018), dan Patricia Inge Felany (2018) berhasil mempresentasikan artikelnya. Mereka berhasil menjadi salah satu dari 15 pemakalah terbaik di bidang hukum.

Sebelumnya, para penulis dituntut untuk mengirimkan abstrak. Berdasarkan seleksi yang ketat, 4 mahasiswa tersebut lolos pada subtopik hukum dan berhak untuk mempresentasikan artikel mereka yang berjudul “Implikasi Penafsiran Hak Menguasai Negara oleh Mahkamah Konstitusi terhadap Politik Hukum Agraria pada Pulau-Pulau Kedil di Indonesia”.

“Dari hasil seleksi, diterimalah sekitar 15 pemakalah terbaik dari berbagai bidang. Nah karena kami mahasiswa hukum, kami mengusungkan tema dibidang hukum. Setelah itu kami melakukan syarat pembayaran masing masing mahasiswa,” ujar Ezra Tambunan salah satu anggota tim pemakalah.

“Yang pastinya deg-degan, karena hanya kami satu-satunya yang S1, pemateri yang lain berasal dari mahasiswa S2, S3, bahkan ada yang profesor. Belum lagi juga mempersiapkan untuk menjawab berbagai pertanyaan,” ungkap Xavier Nugraha.

Selain itu, Ezra Tambunan mengungkapkan kendalanya selama persiapan hingga proses presentasi itu berlangsung. Mengingat mereka adalah satu-satunya mahasiswa S1 dengan pengalaman yang masih lebih sedikit dibanding yang lain. Bukan hanya mempersiapkan bahan tapi juga penguasaan materi untuk menjawab beberapa pertanyaan.

“Meskipun kami paling muda disini, tapi bukan menyimpulkan bahwa kami tidak bisa ikut berperan dalam kegiatan conference ini. Justru ternyata menurut beberapa orang yang hadir disana ketika mendengar pembahasan dari kami, merasa bahwa mereka juga butuh mendengar pembahasan baru yang asalnya dari otak-otak anak muda, apalagi ketika bicara mengenai hukum yang diimplementasikan di Indonesia,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here