BKKBN Jatim Gelar Pelatihan Kontrasepsi Bagi Bidan Angkatan ke-5
SURABAYA, KABARHIT - BKKBN Jatim telah menyelesaikan Pelatihan Kontrasepsi bagi bidan angkatan ke-5 dengan 24 peserta.Ketua Tim Pendidikan dan Pelatihan Percepatan Penurunan stunting dan Bangga Kencana BKKBN Jatim, Sukamto menjelaskan, dengan dukungan berbagai pihak seperti Dinkes Jatim, Balai Pelatihan Kesehatan Semarang, IBI Jatim, RSUD dr. Soetomo, dan RSUD Saiful Anwar Malang.
Baca juga: Apresiasi Aksi Nyata di Lapangan, BKKBN Jawa Timur Gelar Lomba Vlog Penyaluran MBG 3B
Ini tindak lanjut dari BKKBN yang menjadi ketua program percepatan penurunan stunting di Indonesia, kata Sukamto saat Penutupan Pelatihan Kontrasepsi Angkatan Ke-5 di Hotel Grand Dafam Surabaya, Jumat (14/7/2023).
Sukamto menekankan perlunya tindak lanjut pelatihan ini karena animo bidan sangat tinggi. Hanya sebagian kecil BKKBN Jatim yang memberikan pelatihan dan masih ada banyak bidan yang belum mendapat pelatihan.
" Insya Allah, tahun depan masih ada pelatihan kontrasepsi bagi bidan. Tujuannya untuk memberikan keterampilan, pengetahuan, dan metode-metode baru sesuai Undang-Undang No. "36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan," ujarnya.
Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi (Pelkon) bagi tenaga kesehatan seperti bidan adalah upaya strategis untuk meningkatkan akses dan kualitas Program KBKR. merujuk pada Undang-Undang RI No. 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
Pengembangan tenaga kesehatan diarahkan untuk meningkatkan mutu dan karier tenaga kesehatan. Pengembangan tenaga kesehatan, dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan serta kesinambungan dalam menjalankan praktik.
Karenanya, Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi harus dilakukan denganberpedoman pada mekanisme atau standar yang telah ditetapkan Kemenkes, sehingga kualitas pelatihan pelayanan kesehatan dapat dipertanggungjawabkan (Pasal 30 ayat (1) UU 36/2014), paparnya.
Sebagai gambaran, berdasarkan data SIGA-YAN KB per Juni 2023, sambung Sukamto, capaian pelaksanaan Program Bangga Kencana adalah masih tingginya unmetneed di Jatim mencapai 12,98ri target 11,74%. Jumlah cakupan peserta KB baru 17,77%, PBMKJP 46,56n PB pasca persalinan atau pasca keguguran 52,83%.

Baca juga: Sinergi Kuat, Program Bangga Kencana Jawa Timur Cetak Prestasi di Atas Rata-Rata Nasional
Masih tingginya animo masyarakat terhadap permintaan alat kontrasepsi Non MKJP. Hal ini berdasarkan data total PB 174.873, yang paling diminati adalah suntik 47,98n pil 17,65%, implant 15,94%, IUD 11,88%, MOW 3,14%, kondom 3,40%, dan MOP 0,02%.
Juga masih terjadi kasus komplikasi berat sebanyak 76 kasus, yaitu implan 37 Kasus, IUD 39 Kasus. Juga masih terjadi kasus kegagalan sebanyak 90 kasus, yaitu implan 59 Kasus, IUD 30 Kasus dan MOW 1 Kasus.
Ketua PD Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim, Lestari sangat mengapresiasi BKKBN Jatim yang sudah melatih bidan sebanyak 5 angkatan.
Kami berterima kasih meski baru seperempat saja, karena bidan kami jumlahnya 38.087 orang. Harapan kami ke depan BKKBN Jatim bisa kembali menggelar pelatihan kontrasepsi agar bisa diikuti bidan yang belum ikut pelatihan, ungkapnya.
Lestari juga mengharapkan kepada para bidan yang sudah mendapatkan pelatihan bisa meyampaikan hasil pelatihan kepada teman-temannya yang belum mendapatkan pelatihan.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Layanan, BKKBN Jatim Gelar Penguatan Karakter Kepemimpinan ASN di Pasuruan
Salah satu fasilitator dari RSUD dr. Soetomo, dr. Pandu Hanindito Habibi, Sp.OG, Med Klin mengungkapkan, selama tahun 2022-2023 ini, pihaknya menjadi fasilitator dan bekerjasama dengan BKKBN Jatim menggelar 10 angkatan pelatihan kontrasepsi.
Saya sangat bersyukur karena pelatihan ini sangat bermanfaat bagi bidan yang notabene menjadi salah satu ujung tombak terdepan pelayanan kontrasepsi di wilayah masing-masing, jelasnya.
dr. Pandu menjelaskan, pelatihan kali ini sangat komprehensif, dimana waktu pelatihannya cukup panjang, kurang lebih 2 minggu juga waktu praktik yang cukup dimana setiap peserta mendapatkan 3 orang akseptor.
Peserta dengan nilai terbaik Pelatihan Kontrasepsi Angkatan V, Vivin Laksanawati dari Kab. Sidoarjo mengaku sangat dan bersyukur dirinya bisa menjadi salah satu peserta pelatihan kontrasepsi dengan metode terbaru ini.
and
Editor : Deni