OPOP Expo 2025 Jatim Resmi Dibuka, Sekdaprov Jatim Dorong Pesantren Kembangkan Ekonomi Mandiri

Reporter : Ipl

SURABAYA, KABARHIT.COM — Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar pembukaan One Pesantren One Product (OPOP) Expo ke-7 tahun 2025 di Atrium Lantai 1 Royal Plaza, Surabaya, Kamis (13/11/2025) siang. 

Kegiatan ini bertemakan “Pesantren Berdaya, Masyarakat Sejahtera” itu berlangsung khidmat dan meriah. Acara diawali dengan tarian orek - orek dari Ngawi serta pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustaz Herman Hidayat, juara MTQ 2025.

Baca juga: Sekdaprov Jatim Dampingi Menko Pangan Panen Bandeng di Gresik, Perkuat Ketahanan Pangan Pesisir

Dalam pernyataan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Endy Elim Abdi Nusa mengatakan, terdapat lebih dari 40 Pondok Pesantren di Jawa Timur yang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi daerah. Ia pun menegaskan, Pemerintah Provinsi harus terus memberi perhatian pada penguatan ekonomi Pondok Pesantren (Ponpes).

“Pondok Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga perlu dibekali ilmu ekonomi agar mandiri,” ujar Endy.

Endy menambahkan, pameran OPOP kali ini diikuti tidak hanya oleh santri, tetapi juga alumni pesantren. 

"Mereka didorong untuk terus mengembangkan produk dan meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui inovasi," tambahnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono mengatakan program OPOP sudah berjalan selama tujuh tahun dan terus menunjukkan perkembangan positif.

Baca juga: Sekdaprov Jatim Dampingi Menko Pangan Panen Bandeng di Gresik, Perkuat Ketahanan Pangan Pesisir

“Program ini telah melahirkan banyak produk berkualitas yang mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor. Transaksi terus meningkat, jangkauan penjualan semakin luas,” kata Adhy.

Menurut Adhy, sejumlah produk pesantren kini sudah memanfaatkan platform digital dan marketplace untuk memperluas akses pasar. Program OPOP juga didukung oleh berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan stakeholder industri halal.

“Kita ingin OPOP menjadi bagian dari ekosistem ekonomi syariah global, termasuk pengembangan wisata halal dan kuliner halal,” jelas Adhy.

Baca juga: Sekdaprov Jatim Buka Peluang Kolaborasi Pemprov dengan Womenpreneur HIPMI

Adhy pun menyebut, beberapa pesantren di Jatim sudah berhasil menembus pasar ekspor. Salah satunya, Pondok Pesantren AN Nur II Bululawan yang mengekspor kopi ke Malaysia, Selandia Baru, bahkan sampai Amerika Serikat.

“Ini menjadi contoh praktik terbaik. Ke depan, kami akan terus memperkuat kapasitas pesantren agar mampu mengelola produk dengan standar tinggi, bersertifikat halal, dan siap bersaing di pasar internasional,” pungkasnya.

Acara pembukaan OPOP Expo ke-7 ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Adhy Karyono, Ketua Musyafak Rouf, dan Anggota Komisi B DPRD Jatim Moch Abdul Qodir, perwakilan Bank Indonesia, perwakilan OJK, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Endy Elim Abdi Nusa.

Editor : Ipl

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru