Desakan Kongres PSSI Jawa Timur Menguat, Ancaman Aksi Massa Mengemuka

avatar kabarhit.com

SURABAYA, KABARHIT.COM- Desakan agar PSSI Pusat segera menggelar Kongres Pemilihan PSSI Jawa Timur kian menguat. Forum silaturahmi yang terdiri dari Askab, Askot, dan klub sepak bola se-Jawa Timur menilai penundaan kongres justru memperkeruh situasi organisasi dan berpotensi mengganggu agenda penting, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Calon Ketua Umum PSSI Jawa Timur, Raja Siahaan, menegaskan bahwa mayoritas pemangku kepentingan sepak bola di daerah menginginkan percepatan pelaksanaan kongres. Karena menurut mereka, penundaan hanya akan memperpanjang ketidakpastian.

“Saya sepakat dengan itu, karena bagi saya, semakin cepat kongres digelar, semakin baik. Namun kita tetap menghormati langkah Plt Asprov Jawa Timur yang akan mengirim surat ke PSSI Pusat untuk meminta kepastian jadwal,” ujar Raja.

Seperti diketahui, beberapa hari sebelumnya, Raja sempat bertemu dengan Plt Ketua PSSI Jatim, Khairul Anwar. Dalam pertemuan tersebut, Khairul berjanji akan berkirim surat pada PSSI Pusat pada 5 Mei 2026 nanti.

Ia menjelaskan, sesuai statuta, PSSI Pusat memiliki waktu 14 hari untuk merespons surat tersebut. Hasil dari respons itu yang nantinya akan menjadi dasar langkah selanjutnya bagi Raja untuk menentukan sikap apa yang harus diambil.

Namun, sikap lebih tegas disampaikan Juru Bicara Forum Silaturahmi Sepak Bola Jawa Timur, Saiful Anwar, menyebut kondisi sepak bola di Jatim saat ini sudah meresahkan. Ia menyoroti kebijakan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) yang dinilai tidak sesuai aturan organisasi.

“Penunjukan kepengurusan oleh Plt jelas melanggar. Seharusnya itu kewenangan Ketua Umum PSSI yang definitif. Ini yang membuat situasi semakin tidak kondusif,” tegas Saiful.

Ia menambahkan, solusi paling tepat untuk mengakhiri polemik adalah dengan segera menggelar kongres pemilihan. Terlebih, ada sekitar 18 kabupaten/kota yang masa kepengurusannya akan segera berakhir.

“Kalau kongres tidak segera dilaksanakan, kami siap bergerak ke Jakarta. Ini serius, bukan ancaman. Kami ingin kepastian,” katanya.

Saiful juga mengingatkan dampak luas jika konflik ini terus berlarut, termasuk potensi terganggunya pelaksanaan Porprov Jawa Timur.

“Kalau sampai sepak bola diboikot, dampaknya bisa merembet ke futsal dan sepak bola putri. Ini bisa kacau,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Pamekasan, Abdul Rozak, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengerahkan massa dalam jumlah besar ke Jakarta sebagai bentuk tekanan kepada PSSI Pusat.

“Kami sepakat akan berangkat ke Jakarta. Saya pribadi menyiapkan 20 bus. Setiap Askab juga siap mengirimkan sekitar 200 orang,” ungkap Rozak.

Ia menyebut, jika seluruh Askab dan Askot bergerak, jumlah massa bisa mencapai ribuan orang. Langkah ini diambil untuk memastikan kongres segera terlaksana dan organisasi kembali berjalan normal.

Rozak juga menilai penundaan kongres serta penunjukan Plt di berbagai daerah berpotensi membahayakan stabilitas organisasi dan mandegnya program pembinaan.

“Seharusnya setelah proses pencalonan selesai, kongres tinggal dilaksanakan. Tapi justru diundur dan muncul Plt di mana-mana. Ini berbahaya bagi organisasi,” tegasnya.

Forum silaturahmi memastikan akan terus mengawal proses ini hingga kongres pemilihan digelar dan kepengurusan definitif PSSI Jawa Timur terbentuk. Mereka berharap PSSI Pusat segera memberikan kepastian demi menyelamatkan masa depan sepak bola di Jawa Timur.

Editor : Deni