SURABAYA, KABARHIT.COM – Gubernur Jawa Timur mendorong penguatan peran perempuan sebagai agen pembangunan, baik di tingkat regional maupun nasional. Peran tersebut dinilai strategis, terutama dalam perlindungan sosial serta peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Dorongan itu mendapat respons positif dari Ketua Perempuan LIRA Jawa Timur, Hj. Juli Nurani. Ia mengapresiasi kebijakan tersebut karena sejalan dengan visi organisasi yang sejak awal menempatkan perempuan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek.
Baca juga: Enam Tahun Jatim Cerdas, Pendidikan Jawa Timur Makin Merata dan Berdampak
“Pemberdayaan perempuan harus diwujudkan secara nyata, terstruktur, dan berkelanjutan. Perempuan perlu diberi ruang, peningkatan kapasitas, serta perlindungan hukum agar mampu berperan aktif dan strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional,” ujar Juli di Surabaya, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Juli, Perempuan LIRA Jatim selama ini telah menjalankan berbagai program konkret. Di antaranya advokasi perempuan dan anak, pendampingan korban kekerasan, penguatan literasi hukum dan politik, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Baca juga: Perempuan LIRA dan LDC Jatim Sebarkan Pesan Damai di Surabaya Lewat Bunga dan Cokelat
Program-program tersebut, kata dia, relevan dan berpotensi disinergikan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dinilai penting agar kebijakan pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada tataran wacana.
“Sinergi yang kuat akan memastikan pembangunan Jawa Timur benar-benar inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kelompok rentan,” tegas Juli.
Baca juga: Khofifah Terbitkan SE Batas Usia Pada Proses Rekruitmen Naker, Legislator PAN Beri Apresiasi
"Perempuan LIRA Jatim siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif Pemprov Jatim dalam mewujudkan pembangunan yang berperspektif gender, adil, dan bermartabat," pungkasnya.
Editor : Ipul