Peringati Isra Mikraj di Surabaya, Sekdaprov Adhy Dorong ASN Tingkatkan Pelayanan Publik 2026

Reporter : Ipl
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengelar peringatan Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Islamic Center Surabaya. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengelar peringatan Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Islamic Center Surabaya pada Senin (19/1/2026) malam.

Peringatan tersebut menghadirkan dadi pengasuh PP. Al Falah Ploso Kediri, KH. Abdurrahman Kautsar (Gus Kautsar) sebagai penceramah. Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov)  Adhy Karyono, jajaran kepala dinas, serta direksi BUMD Jawa Timur.

Baca juga: Di Leadership Update Forum #1, Wagub Emil Ajak Pemprov–Pemkab/Kota Perkuat Sinergi

Dalam sambutannya, Sekdaprov Adhy Karyono menyampaikan bahwa peringatan Isra' Mikraj menjadi momentum untuk meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah salat limat waktu.

"Salat menjadi pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Melalui Isra' Mikraj ini, kita diajak untuk melakukan hijrah, dari yang baik menjadi lebih baik," ujarnya.

Adhy menegaskan memasuki tahun 2026, para ASN Pemprov Jatim dituntut meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satunya melalui tata kelola birokrasi yang lebih akuntabel dan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Tahun 2026 ini dijadikan tahun yang berbeda karena adanya penurunan alokasi dana transfer. Namun, sesuai Ibu Gubernur, seluruh target dan program prioritas untuk masyarakat tetap harus dijalankan," tegas dia.

Baca juga: Soroti Cuaca Ekstrem dan Geopolitik, Puguh DPRD Apresiasi Inovasi SIKAP Pemprov Jatim

Menurut Adhy, keterbatasan anggaran harus diimbangi dengan perubahan pola kerja yang lebih efisien dan tepat sasaran.

"Yang berubah adalah cara kita bekerja, agar lebih efektif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur," tandasnya. 

Ia juga menyinggung kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada puncak musim hujan bulan Desember - Januari. Pemprov Jatim, kata Adhy, telah melakukan langkah antisipatif, termasuk upaya modifikasi cuaca untuk meminimalkan risiko bencana.

Baca juga: Koalisi Disabilitas Jatim Suarakan Revisi Perda Lewat Aksi Inklusif Kenduri di CFD Tunjungan

"Kami terus berikhtiar, agar hujan lebat tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat," kata Sekdaprov Adhy.

Adhy mengajak seluruh masyarakat untuk bersama - sama berdoa, agar ini senantiasa diberi perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur.

"Semoga Jawa Timur tetap aman, masyarakat makmur, dan seluruh program pembangunan berjalan lancar serta sejahtera," pungkasnya.

Editor : Ipl

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru