SURABAYA, KABARHIT.COM – Suasana berbeda terlihat di Stasiun Surabaya Gubeng pada Jumat (2/10/2026). Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengajak penumpang mengenal lebih dekat seni membatik melalui praktik mencanting secara langsung.
Kegiatan tersebut menggandeng UMKM binaan KAI yang memberikan pendampingan kepada penumpang selama proses berlangsung. Peserta diperkenalkan dengan alat dan bahan membatik, kemudian mencoba menggoreskan malam menggunakan canting di atas kain untuk membentuk motif.
Baca juga: KAI Daop 8 Hadirkan Rail Clinic, 500 Warga Dapat Layanan Gratis
Aktivitas ini menjadi pengalaman tersendiri bagi penumpang selama berada di stasiun. Mereka tidak hanya melihat batik sebagai produk budaya yang sudah jadi, tetapi juga merasakan langsung proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan.
Deputy KAI Daop 8 Surabaya, Rachmad Zaini Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan pengalaman tambahan bagi penumpang sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia melalui ruang publik di stasiun.
“Peringatan Hari Batik Nasional kami manfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang edukatif sekaligus menarik bagi penumpang. Dengan mencoba mencanting secara langsung, mereka bisa mengetahui bagaimana proses batik dibuat dan memahami nilai budaya di baliknya,” ujar Zaini.
Zaini menjelaskan, keterlibatan UMKM binaan KAI tidak hanya mendukung pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Penumpang pun dapat berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM dan mengenal berbagai karya yang dihasilkan.
Baca juga: KAI Daop 8 Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Livery Merah Putih
“Kami berharap manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan batik. Pelibatan UMKM juga menjadi kesempatan untuk memperluas promosi dan memperkenalkan produk lokal kepada lebih banyak masyarakat,” ungkap Zaini.
KAI Daop 8 Surabaya juga terus mendorong pemanfaatan stasiun sebagai ruang publik yang dapat menghadirkan berbagai aktivitas positif. Selain menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan kereta api, stasiun dapat menjadi ruang untuk kegiatan edukasi, budaya, serta pemberdayaan masyarakat.
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Peringatan tersebut berkaitan dengan pengakuan UNESCO pada 2009 yang menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.
Baca juga: Lebih dari 1 Juta Penumpang, KAI Daop 8 Surabaya Catat Kenaikan 3% pada Juli 2026
Pemerintah kemudian menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi membatik sekaligus mendukung para perajin yang terus mewariskan keterampilan tersebut.
Melalui kegiatan mencanting di Stasiun Surabaya Gubeng, KAI Daop 8 Surabaya berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin mengenal batik dari sisi proses maupun nilai budayanya.
“Pelestarian budaya bisa dimulai dari hal sederhana, yakni mengenal dan mencoba. Kami berharap kegiatan ini membuat masyarakat semakin dekat dengan batik sekaligus memberikan ruang bagi UMKM binaan KAI untuk memperkenalkan produknya,” pungkas Zaini.
Editor : Tri Karyono