Armuji Panggil PGN Terkait Tagihan Pengrajin Lontong Melebihi Batas Kewajaran

kabarhit.com

KABARHIT, SURABAYA Saat ini sudah banyak warga Surabaya yang menjadi pelanggan Perusahaan Gas Negara (PGN).Akhir-akhir timbul masalah berkaitan dengan tingginya nilai tagihan yang melebihi batas kewajaran.

Hal ini juga menimpa beberapa perajin lontong di Surabaya, Jawa Timur, yang menjadi pelanggan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Nilai tagihan yang diterima oleh para pengrajin lontong yang tinggal di Kampung Lontong, Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya itu sangat beragam mulai dari sebesar 15 juta hingga 21 juta.

Menindaklanjuti Kunjungan lapangan ke Kampung Lontong , Wakil Walikota Armuji memanggil pihak PGN , pengrajin Lontong , OPD terkait untuk menindaklanjuti keluhan warga.

" Masuknya jaringan gas bumi PGN di Kota Surabaya spiritnya adalah membantu masyarakat supaya lebih ekonomis , saat itu era pak Bambang DH " , ungkap Cak Ji

Dirinya juga menyampaikan agar PGN dapat memberikan kebijakan khusus kepada warga kampung Lontong. Bisa berupa penerapan Tarif Khusus UMKM atau menjadikan kampung Lontong Binaan PGN sehingga operasional pengrajin bisa tetap berjalan.

" Yang perlu digarisbawahi mereka itu warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah , pengrajin kecil jadi kita harap PGN bisa memberikan perhatian khusus" , tegas Armuji

Arief Nurrachman Area Head Manager PGN Surabaya menyampaikan terkait jaminan bisa dilakukan cicilan sebanyak 6x serta saat ini Pengrajin Lontong masih masuk kategori Rumah Tangga dan diharapkan pindah ke Kategori pelaku usaha kecil.

Joko Prasektyo perwakilan Paguyuban Pengrajin Lontong menyampaikan keberatan warga terkait dengan jaminan dan penerapan tarif rumah tangga.

" Sejak awal kan tahu bahwa disini pengrajin lontong kok diterapkan kategori rumah tangga , harusnya langsung dipindah ke kategori pelaku usaha mikro tanpa harus migrasi lagi" , ungkap Joko Prasektyo

Wakil Walikota Surabaya Armuji meminta agar PGN Surabaya segera melaporkan ke PGN Pusat mengenai kejadian di kota Surabaya. Ia juga menghimbau agar PGN bisa selaras dengan pemerintah kota Surabaya untuk upaya pemulihan ekonomi.

and

Editor : Deni

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru