SIDOARJO, KABARHIT.COM - 40 alumni Santri Pondok Pesantren Al Khoziny mendapatkan izin dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk membantu membersihkan puing-puing reruntuhan mushola.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pengerahan dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia Basarnas Emi Freezer kepada awak media di Posko Basarnas, Sidoarjo, Sabtu (4/10/2025) sore.
"Sejak jumat sore tepatnya pukul 18.00 WIB kemarin, tim alumni Pondok Pesantren sudah mulai membantu kami membersihkan puing-puing yang ada, " ujar pria asal Palembang.
Freezer mengatakan bahwa tim alumni terbagi dalam dua shif, dimana masing-masing shift berjumlah 20 orang.
"Tim alumni ini diberi tugas untuk memotong besi dan mengangkut puing-puing. Untuk alat potong besi, tim alumni sudah mempersiapkan sendiri," kata Freezer.
Apakah wali santri juga dilibatkan? Emi Freezer menegaskan bahwa tidak, hingga berita ini diturunkan Basarnas belum memberikan izin bagi wali santri untuk membantu.
"Kami memang tidak mengizinkan wali santri untuk membantu namun kami mengizinkan wali santri untuk melihat langsung proses evakuasi di TKP, " ungkap pria yang sudah bergabung di Basarnas selama 29 tahun ini.
"Untuk wali santri dilakukan secara berganti, maksimal di tempat kejadian perkara (TPK) tiga orang kelompok maksimal 3 orang namun untuk berapa lama wali santri ingin melihat, pihak Basarnas tidak membatasi," ungkapnya.
Freezer menuturkan bahwa tim alumni Pondok Pesantren Al Khoziny pun hanya membantu membersihkan puing-puing bukan melakukan evakuasi korban.
"Sebab, tugas evakuasi hanya dilakukan oleh tim rescue dengan menggunakan baju hazmat level satu," tutur dia.
"Bantuan dari tim alumni Pondok Pesantren Al Khoziny ini sangat membantu sebab pembersihan puing-puing memang harus segera dilakukan seiring dengan proses evakuasi korban,"pungkasnya.
Editor : Ipul