Judes FC Boyong Piala PWI,Tekuk Pokja Polda Jatim Lewat Adu Pinalti

lebaran kabarhit

SURABAYA/KABARHIT.COM – Partai final turnamen mini soccer dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 berlangsung panas dan sarat tensi saat Judes FC berhadapan dengan tim mini soccer Pokja Polda Jatim di Lapangan BJS, Prigen, Pasuruan, Sabtu malam (14/2/2026).

Duel dua tim unggulan tersebut berjalan ketat sejak menit awal. Kedua kesebelasan saling menekan hingga pertandingan berakhir imbang 1-1 di waktu normal, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan sebelum akhirnya ditentukan melalui adu penalti untuk memastikan gelar juara.

Sejak peluit awal dibunyikan, tempo permainan langsung tinggi. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan. Judes FC yang diperkuat para jurnalis muda tampil disiplin dalam menjaga ritme permainan, sedangkan tim Pokja Polda Jatim mengandalkan pengalaman, kecepatan, serta pressing agresif dari para wartawan seniornya. Hingga babak kedua berakhir, skor tetap tidak berubah sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Pada ronde awal adu penalti, kedua tim sama-sama menunjukkan mental kuat. Eksekusi berjalan tenang dan akurat hingga skor kembali imbang 3-3. Suasana lapangan semakin tegang saat pertandingan memasuki fase sudden death, sementara penonton yang memenuhi tribun menanti dengan penuh harap setiap tendangan penentu.

Momen krusial akhirnya terjadi pada pukul 22.40 WIB ketika eksekutor dari tim Pokja Polda Jatim gagal mencetak gol setelah tendangannya berhasil ditepis Rahmat, penjaga gawang Judes FC. Sorak sorai penonton pun pecah, menandai kemenangan Judes FC sekaligus memastikan mereka keluar sebagai juara pertama Piala PWI.

Kapten Judes FC, Eko Widodo, mengaku bangga atas pencapaian timnya. Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai buah dari kerja keras dan kekompakan tim.

“Terima kasih atas semangat teman-teman. Tradisi kita, di mana pun event digelar, kita berusaha menjadi juara. Ini hasil kerja keras seluruh tim,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Pokja Jurnalis Dewan Surabaya sekaligus Ketua Seksi Surabaya PWI Jawa Timur, Inyong Maulana, atas dukungan yang diberikan selama ini kepada para jurnalis muda.

Sementara itu, Inyong Maulana menegaskan bahwa turnamen ini menjadi bukti soliditas wartawan Surabaya dan Jawa Timur. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai wadah mempererat kebersamaan sekaligus menjaga kebugaran.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi silaturahmi dan penguatan solidaritas antar wartawan. Semoga ke depan makin meriah dan makin profesional,” ujarnya.
-
Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, mengapresiasi jalannya turnamen dan semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta.

“Menang Judes, tapi sebenarnya bisa saja juara bersama. Namun karena kebutuhan pertandingan, harus ada pemenang. Saya melihat final ini luar biasa. Ini bukan sekadar wartawan, mereka benar-benar pemain lapangan,” ujarnya.
-
Ia berharap turnamen serupa dapat digelar lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, ia membayangkan format yang lebih luas dengan melibatkan perwakilan PWI kabupaten/kota maupun klub-klub wartawan.

“Yang penting semangatnya satu, bahwa ini semua adalah wartawan. Kalau perlu nanti Jawa Timur jadi tuan rumah turnamen mini soccer tingkat nasional,” katanya.

Di sisi lain, pengamat mini soccer yang turut menyaksikan laga final, Yusandi, menilai penentuan lewat sudden death sepenuhnya ditentukan mental.

“Di situ teknik, strategi, fisik sudah tidak ada. Yang ada hanya mental dan keberanian. Bukan soal keberuntungan atau Dewi Fortuna, tapi siapa yang mentalnya paling kuat,” katanya.

Kemenangan Judes FC malam itu bukan hanya soal trofi, melainkan simbol sportivitas dan semangat pers yang terus menyala di dalam dan luar lapangan.

Editor : Deni