Dari Surabaya hingga Yogyakarta, “Pelangi di Mars” Sapa Penonton Muda

SURABAYA. KABARHIT.COM — Menyambut tingginya antusiasme penonton Lebaran terhadap film keluarga Pelangi di Mars, rumah produksi Mahakarya Pictures menggelar rangkaian roadshow di Pulau Jawa pada 22 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi wadah interaksi langsung antara penonton dengan para kreator di balik film bergenre fiksi ilmiah anak tersebut.

Roadshow berlangsung di tiga kota besar, yakni Surabaya (CGV BG Junction), Semarang (DP Mall), dan Yogyakarta (Empire XXI). Dalam kegiatan ini, penonton tidak hanya menyaksikan film di bioskop, tetapi juga berkesempatan bertemu langsung dengan para pemain dan kru.

Sejumlah nama yang hadir dalam rangkaian acara tersebut antara lain Messi Gusti sebagai pemeran Pelangi, Bimoky sebagai pengisi suara karakter Batik, Vanya Rivani sebagai pengisi suara sekaligus body actor Kimchi, serta produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava.

Suasana hangat terasa sepanjang acara, terutama dari interaksi antara para pemain dengan penonton anak-anak yang menunjukkan antusiasme tinggi usai pemutaran film. Karakter robot seperti Kimchi, Batik, dan Sulil menjadi favorit, sekaligus memperkuat pesan persahabatan yang diusung dalam cerita.

Bimoky, pengisi suara Batik, menyampaikan harapannya kepada para penonton muda. Ia mengajak anak-anak untuk meneladani nilai kesetiaan dalam persahabatan, sebagaimana karakter Batik yang selalu setia menjaga Pelangi.

Sementara itu, sutradara Upie Guava menjelaskan bahwa Pelangi di Mars lahir dari kebutuhan akan film anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu membangun imajinasi dan mimpi. Menurutnya, Indonesia masih kekurangan film anak yang inspiratif dan visioner.

Film ini mengambil latar masa depan tahun 2100, saat bumi menghadapi krisis lingkungan. Tokoh Pelangi dikisahkan memimpin misi ke Mars untuk mencari solusi bagi keberlangsungan bumi, dengan dukungan robot dari berbagai latar belakang.

Upie menambahkan, pendekatan fiksi ilmiah dipilih untuk menumbuhkan visi masa depan pada anak-anak. Ia berharap film ini dapat menanamkan keyakinan bahwa Indonesia juga mampu menjadi bagian dari narasi besar tentang masa depan dunia.

Dari sisi produksi, Pelangi di Mars menghadirkan pendekatan berbeda melalui penggunaan teknologi Extended Reality (XR), serta melibatkan voice actor dan body actor secara menyeluruh dalam proses kreatif.

Messi Gusti mengungkapkan tantangan selama proses syuting, terutama dalam membangun imajinasi saat berinteraksi dengan karakter robot yang tidak hadir secara fisik. Hal ini menuntut kemampuan visualisasi yang kuat dari para pemain.

Bimoky juga menilai bahwa keterlibatan voice actor dan body actor menjadi langkah baru dalam industri perfilman Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi talenta kreatif yang selama ini belum banyak terekspos.

Di sisi lain, Vanya Rivani mengaku menikmati proses pengisian suara karakter Kimchi. Berbekal kegemarannya menonton drama Korea, ia merasa cukup terbantu dalam mendalami karakter tersebut.

Produser Dendi Reynando menegaskan bahwa film anak masih menjadi segmen yang minim di industri perfilman nasional. Melalui proyek ini, pihaknya ingin menghadirkan alternatif tontonan keluarga sekaligus memperkuat ekosistem film anak di Indonesia.

Melalui rangkaian roadshow ini, Mahakarya Pictures berharap Pelangi di Mars tidak hanya menjadi tontonan keluarga selama Lebaran, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong perkembangan film anak dan industri kreatif nasional yang lebih beragam dan berkelanjutan.

 

Editor : Deni