Surabaya Genjot Kampung Pancasila, Perlindungan Anak Didorong hingga Tingkat RT

Reporter : Deni

SURABAYA, KABARHIT.COM — Komitmen memperkuat program Kampung Pancasila di Surabaya terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur menilai inisiatif yang digagas Wali Kota Eri Cahyadi ini tidak hanya mencerminkan semangat kebersamaan, tetapi juga berpotensi menjadi sistem nyata dalam melindungi anak-anak di tingkat akar rumput.

Pengurus LPA Jatim, Isa Ansori, menyampaikan bahwa Kampung Pancasila perlu dikembangkan lebih dari sekadar simbol. Menurutnya, program ini harus menjadi sistem sosial yang aktif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Baca juga: Sinergi KONI dan Pemkot, Surabaya Matangkan Infrastruktur Olahraga Menuju Porprov 2027

“Kampung merupakan ruang kehidupan utama bagi anak. Di sana mereka tumbuh, berinteraksi, dan membangun masa depan. Agar Kampung Pancasila tidak berhenti sebagai jargon, diperlukan pengelolaan yang terarah dan terstruktur,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Isa menekankan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi faktor krusial agar program tersebut benar-benar berjalan efektif dan menyentuh kondisi nyata di lapangan.

Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan pembentukan gugus tugas perlindungan anak di tingkat rukun tetangga (RT) yang dinamakan Sistem Perlindungan Anak Tingkat RT (SPARTA). Gugus tugas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani persoalan anak sejak dini.

“Tim ini bukan sekadar wadah diskusi. Mereka harus berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, mampu mengidentifikasi masalah anak, memetakan kondisi keluarga, serta mengarahkan solusi melalui koordinasi dengan perangkat daerah,” jelasnya.

Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Bahas Regulasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja

Pendekatan berbasis komunitas ini diyakini dapat menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan realitas sosial, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh perlindungan yang merata.

Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa Kampung Pancasila menjadi salah satu program prioritas pemerintah kota setelah Idulfitri 1447 Hijriah. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh selama Ramadan dapat terus dijaga dan diperkuat dalam kehidupan sehari-hari.

“Program ini akan menjadi kelanjutan dari semangat Ramadan, sekaligus mempererat silaturahmi di bulan Syawal. Kami ingin nilai saling memaafkan dan persaudaraan benar-benar terwujud di lingkungan warga,” ungkapnya.

Baca juga: DTSEN Dikebut, Cluster Mewah Jadi Tantangan Terberat Pemkot Surabaya

Sebagai tahap awal, Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan dua wilayah percontohan, yakni Kecamatan Genteng dan Wonokromo. Model implementasi di dua kawasan tersebut nantinya akan menjadi acuan sebelum diterapkan secara lebih luas.

“Dalam satu hingga dua minggu ke depan, kami berharap seluruh RW di Surabaya mulai mengadopsi konsep Kampung Pancasila,” pungkasnya.

 

Editor : Deni

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru