SURABAYA, KABARHIT.COM - Pemerintah masih menghadapi kendala dalam pemenuhan jumlah peserta didik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) pada program Sekolah Rakyat.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sebuah pertemuan, jumlah calon siswa SD dari keluarga kategori Desil 1 yang telah terdata masih jauh dari target.
Baca juga: Perluasan RSUD Dr. Soewandhie Dibahas, Warga Minta Relokasi Tidak Jauh
Imam Syafie Selaku Anggota Komisi D DPRD Surabaya menyampaikan Bahwa untuk jenjang SMP, jumlah pendaftar dinilai sudah mencukupi. Dari tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas sekitar 90 siswa, jumlah calon peserta didik bahkan telah mencapai lebih dari 100 orang.
" Seluruh siswa tersebut berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2, sesuai sasaran program Sekolah Rakyat," ungkapnya, Selasa, (02/06/2026)
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada jenjang SD. Hingga saat ini, jumlah calon siswa yang terdata baru mencapai 24 anak dari keluarga Desil 1. Padahal, sekolah menargetkan pengisian tiga rombongan belajar.
"Yang SD masih kekurangan siswa. Dari tiga rombel, baru sekitar 24 siswa yang terdata dari Desil 1," terangnya
Adapun untuk jenjang SMA, proses pendataan dinilai belum optimal karena kewenangannya berada di tingkat provinsi. Koordinasi dengan Dinas Sosial terkait pendataan calon siswa SMA disebut masih menjadi tantangan.
Baca juga: Johari Mustawan Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Bansos Pendidikan di Surabaya
" Selain faktor pendataan, sistem pendidikan berasrama yang diterapkan dalam program Sekolah Rakyat juga diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya minat pendaftaran pada jenjang SD.," tegasnya
Sejumlah pihak menilai orang tua masih merasa keberatan apabila anak yang masih duduk di kelas 1 SD harus tinggal di asrama.
"Memang cukup sulit karena siswa kelas 1 SD harus diasramakan. Belum tentu semua orang tua bersedia melepas anaknya tinggal di asrama," beber dia
Dalam program tersebut, para siswa akan tinggal di asrama dan mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk seragam serta konsumsi harian yang ditanggung pemerintah.
Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Tekankan Akurasi DTSEN, Warga Harus Diberi Akses Klarifikasi
" Namun, mekanisme kepulangan siswa ke rumah, termasuk frekuensi kunjungan keluarga, disebut masih belum dipastikan," katanya
Pemerintah diharapkan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar target penerimaan siswa, khususnya pada jenjang SD, dapat terpenuhi sesuai rencana.
Editor : Deni