PEGUNGAN ARFAK, KABARHIT.COM - PT PLN (Persero) resmi menghadirkan layanan listrik 24 jam penuh bagi 1.396 rumah tangga di empat distrik Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Setelah sebelumnya hanya menyala 6-12 jam per hari, kini warga Distrik Minyambouw, Taige, Hingk, dan Anggi Gida bisa menikmati listrik nonstop sejak Mei 2026.
Keberhasilan ini dicapai lewat sinergi program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah. Program BPBL juga membuat akses listrik gratis bagi keluarga kurang mampu di wilayah pegunungan dengan medan ekstrem tersebut.
Baca juga: Konsumsi Listrik SPKLU Naik 479 Persen Selama Nataru 2025/2026
Dari 6 Jam Jadi 24 Jam Nonstop
Sebelum program ini berjalan, warga Distrik Minyambouw hanya kebagian listrik 6 jam sehari. Distrik lainnya 12 jam sehari. Keterbatasan itu kini berakhir.
"Listrik 24 jam ini benar-benar kami rasakan manfaatnya. PLN bekerja keras, tanam besi, pasang kabel, dan hari ini hasilnya sudah dinikmati masyarakat," ujar Paulus, warga Distrik Minyambouw.
Warga menyebut kehadiran listrik nonstop langsung mengubah aktivitas harian: anak bisa belajar malam, UMKM bisa jualan lebih lama, dan kualitas hidup naik.
DPR Apresiasi: Keadilan Energi untuk Papua
Anggota Komisi XII DPR RI Cheroline Chrisye Makalew mengapresiasi komitmen Kementerian ESDM dan PLN mewujudkan usulan masyarakat. Ia menyampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat di DPR RI, Kamis (4/6/2026).
"Empat distrik di Pegunungan Arfak sudah bisa menyala 24 jam penuh, dari yang sebelumnya hanya 6 jam dan 12 jam saja. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar daerah terpencil lain dapat keadilan energi," kata Cheroline.
Baca juga: Warga Green Lake Tolak Proyek SUTET, Keluhkan Sosialisasi Minim dan Jawaban PLN Tak Jelas
Ia mewakili warga Hingk, Taige, Minyambouw, dan Anggi Gida mengucapkan terima kasih atas program BPBL yang memberi manfaat nyata.
PLN: Listrik Fondasi Kemajuan di Wilayah 3T
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan listrik 24 jam di Pegunungan Arfak bukan sekadar penerangan. Ini fondasi untuk ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup.
"PLN percaya listrik adalah fondasi kemajuan. Karena itu kami terus menghadirkan akses listrik andal hingga wilayah dengan tantangan geografis paling berat sekalipun," ujar Darmawan.
Baca juga: Percepat Pemulihan Pascabencana, Dirut PLN Pastikan Penanganan Kelistrikan di Aceh Berjalan Maksimal
General Manager PLN UIW Papua & Papua Barat Roberth Rumsaur menjelaskan, proyek ini menuntaskan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah 23,75 km dan Jaringan Tegangan Rendah 21,29 km yang terhubung ke sistem Anggi. Medan pegunungan ekstrem tak menyurutkan tim PLN berkat dukungan warga dan pemda.
PLN berkomitmen terus menghadirkan energi berkeadilan ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di seluruh Indonesia.
Sumber: Siaran Pers PT PLN (Persero) UID Papua & Papua Barat
Editor : Deni