SURABAYA, KABARHIT.COM – Komunitas Seni Rupa Bang Wetan Surabaya menerima kunjungan delegasi Federasi Komunitas Seni dan Sastra Xiamen (Xiamen Federation of Literary & Art Circle/FLAC), Tiongkok, pada Minggu (12/7/2026). Pertemuan berlangsung hangat di sekretariat komunitas yang berlokasi di Ruko Rungkut Megah Raya Blok L-42, Surabaya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda delegasi Xiamen selama berada di Kota Pahlawan dalam rangka menghadiri Festival Seni Lintas Budaya Surabaya 2026. Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua FLAC, Wang Yuan, bersama delapan anggota yang terdiri dari seniman dan pengurus organisasi.
Ketua Komunitas Bang Wetan, Heri Purwanto, hadir langsung bersama dua pelukis anggota komunitas, Andi Prayitno dan Dodik Hartono, untuk menyambut para tamu. Turut hadir pula perwakilan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), yakni Prof. Dr. Christina Avanti, Henoch Pradhana, dan Denny Yusuf.
Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Kedekatan hubungan kedua pihak tidak lepas dari peran Andi Prayitno yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan komunitas seni di Xiamen. Pada tahun 2019, Andi diundang dalam ajang ASEAN Cultural Meeting di Xiamen, Tiongkok, untuk memamerkan enam karya lukisnya sekaligus mengikuti berbagai kegiatan seni seperti melukis langsung, workshop, serta kunjungan ke museum dan studio seniman setempat.
Bahkan, saat masa pandemi, Andi tetap terlibat dalam pameran daring yang diselenggarakan pihak Xiamen. Pada tahun 2026 ini, ia kembali mendapat undangan untuk hadir secara langsung dalam Xiamen ASEAN Cultural Meeting yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Heri Purwanto menyampaikan bahwa hubungan antara Komunitas Bang Wetan dan FLAC telah terjalin cukup lama dan intens melalui berbagai forum seni internasional. Ia berharap, ke depan kerja sama yang terbangun dapat semakin erat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua belah pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Heri juga memaparkan perjalanan Komunitas Bang Wetan yang telah menyelenggarakan tujuh kali pameran seni secara berkala sepanjang periode 2005 hingga 2025. Meski berbasis di Surabaya, komunitas ini melibatkan seniman dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sementara itu, Wang Yuan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan tuan rumah. Ia juga mengaku terkesan dengan aktivitas komunitas serta keberadaan galeri seni yang dikelola secara mandiri oleh Komunitas Bang Wetan.
Pertemuan ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Delegasi Xiamen turut menikmati berbagai hidangan khas Indonesia seperti lemper dan bolen pisang yang menjadi favorit mereka. Sementara minuman tradisional seperti sinom dan beras kencur memberikan pengalaman rasa yang unik bagi para tamu.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya melalui jalur seni rupa yang terus berkembang secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Editor : Deni Noel