Pemkot Surabaya Pasang Gate dan CCTV di Parkir Makam Keputih

Reporter : Deni Noel
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau sistem parkir di kawasan Makam Keputih yang akan dilengkapi gate dan CCTV

SURABAYA, KABARHIT.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembenahan sistem parkir di kawasan Makam Keputih dengan memasang pintu masuk (gate) serta kamera pengawas (CCTV). Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan warga terkait tarif parkir yang melebihi batas ketentuan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan pengaduan “Lapor Cak Eri”. Selain keluhan tarif yang tidak sesuai aturan, warga juga menyoroti belum diterapkannya sistem pembayaran non-tunai oleh petugas parkir.

Baca juga: Pemkot Luncurkan Game Edukasi Lingkungan Berbasis Web di Mangrove Surabaya

“Permasalahan parkir di kawasan Makam Keputih sudah dilaporkan. InsyaAllah ke depan tidak ada lagi tarif parkir yang melebihi Rp5.000,” ujar Eri, Kamis (23/7/2026).

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Eri turun langsung meninjau kawasan tersebut bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Trio Wahyu Bowo serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya M. Fikser.

Dari hasil inspeksi, diketahui bahwa pengelolaan parkir di lokasi tersebut selama ini dilakukan oleh warga sekitar. Oleh karena itu, Eri meminta Dishub dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan ketat agar penarikan tarif parkir sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Karena itu, saya tidak ingin lagi menerima laporan atau keluhan terkait tarif parkir yang melebihi Rp5.000,” tegasnya.

Selain penataan petugas, Pemkot Surabaya juga akan mengubah sistem pengelolaan parkir dengan memasang gate di dua titik pintu masuk kawasan, yang dilengkapi dengan CCTV. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus kenyamanan bagi pengunjung.

“Kami akan pasang CCTV. Kedua, sistem gate akan diterapkan,” ujar Eri yang akrab disapa Cak Eri.

Ia menjelaskan, masyarakat nantinya dapat melakukan pembayaran parkir secara non-tunai menggunakan QRIS maupun kartu elektronik (e-toll). Dengan sistem tersebut, kendaraan yang masuk dan keluar kawasan akan tercatat secara otomatis.

“Warga cukup menyiapkan pembayaran melalui QRIS atau e-toll. Saat masuk lewat gate, dan saat keluar juga melalui gate,” jelasnya.

Baca juga: Eri Cahyadi Pastikan CFD Taman Bungkul Gratis, Tak Ada Pungutan untuk PKL

Menurut Eri, penggunaan CCTV tidak hanya berfungsi untuk memantau transaksi parkir, tetapi juga meningkatkan keamanan kendaraan pengunjung.

“Pertama untuk memastikan kendaraan lebih aman. Kedua, saat keluar, nomor polisi kendaraan akan dicocokkan dengan data saat masuk. Ini bisa mencegah pencurian kendaraan bermotor sekaligus menghilangkan praktik tarif parkir yang berlebihan,” paparnya.

Eri menegaskan bahwa penerapan sistem gate dipilih untuk menciptakan pengelolaan parkir yang lebih transparan serta memberikan kepastian tarif kepada masyarakat.

“Karena itu saya ingin semuanya menjadi lebih baik dengan sistem gate,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa laporan terkait tarif parkir yang melebihi batas maksimal masih sering diterima. Oleh sebab itu, pembenahan sistem dilakukan agar praktik tersebut tidak terulang.

Baca juga: Eri Cahyadi Sidak RSUD Soewandhie, Antrean Online Kini Ada Batas Waktu Masuk

“Sekarang saya benahi dengan sistem gate supaya semuanya terbuka dan transparan. Jadi tidak ada lagi warga Surabaya yang merasa dikenakan tarif parkir melebihi ketentuan saat berkunjung ke Makam Keputih,” ujarnya.

Selama masa transisi penerapan sistem baru, Eri menginstruksikan Satpol PP dan Dishub untuk tetap berjaga di lokasi guna memastikan sistem berjalan dengan baik.

“Selama satu hingga dua bulan ke depan, Satpol PP akan tetap berada di sini untuk memastikan sistem ini berjalan sesuai harapan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Eri mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menyampaikan laporan dan masukan terkait layanan publik melalui hotline “Lapor Cak Eri”.

“Terima kasih atas masukannya. Saya selalu menunggu laporan melalui hotline jika masih ada permasalahan. Karena masukan warga inilah yang membantu membangun Kota Surabaya menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Deni Noel

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru