EJIF 2026 Perkuat Daya Tarik Investasi Jawa Timur

Reporter : Deni Noel
Pelaksanaan EJIF 2026 di Surabaya

SURABAYA, KABARHIT.COM – Jawa Timur kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi potensial di Indonesia. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Surabaya pada 1–2 Oktober 2026.

Forum investasi tersebut menghasilkan 12 komitmen investasi dengan nilai mencapai Rp2,4 triliun. Selain itu, Jawa Timur juga menawarkan 28 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan total potensi investasi sekitar Rp73,7 triliun.

Baca juga: BI, Pemprov Jatim, OJK Sinergi Perkuat Investasi Berkualitas di HLM Grahadi

EJIF 2026 mengangkat tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Forum tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, sektor perbankan, hingga investor dari dalam dan luar negeri.

Sejumlah investor internasional dari Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia turut mengikuti forum untuk melihat peluang investasi yang tersedia di Jawa Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan kondisi perekonomian yang relatif kuat serta inflasi yang tetap terkendali menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor.

“Momentum investasi Jawa Timur perlu terus didukung melalui sinergi dan kolaborasi. Investasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, namun berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,” ujar Ibrahim dalam sambutannya di Surabaya, Jumat (2/10/2026).

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang mendukung masuknya investasi.

Baca juga: Ekonomi Jawa tumbuh 5,79% yoy, PMI manufaktur ekspansi, UMKM kopi kakao teh naik kelas

Menurut Emil, Jawa Timur memiliki sejumlah kekuatan ekonomi yang dapat menjadi pertimbangan investor, terutama pada sektor manufaktur dan pertanian.

“Modal dasar yang kuat, sektor manufaktur dan pertanian, menjadi daya tarik investasi di Jawa Timur,” kata Emil.

Dalam EJIF 2026, pemerintah dan pemangku kepentingan investasi Jawa Timur tidak hanya memperkenalkan 28 proyek IPRO. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai bidang strategis, antara lain manufaktur, pariwisata, infrastruktur, serta agroindustri.

Selain proyek IPRO, peluang investasi yang diperkenalkan dalam forum tersebut meliputi 7 kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta 80 aset potensial milik pemerintah daerah.

Baca juga: Gubernur Khofifah Optimistis Ekonomi Jatim Tumbuh Inklusif

Peluang lainnya juga datang dari sejumlah proyek potensial di sektor perbankan yang turut diperkenalkan kepada para peserta forum.

Rangkaian EJIF 2026 dilengkapi diskusi panel yang menghadirkan perwakilan Danantara Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kadin Jawa Timur.

Pembahasan dalam sesi tersebut mencakup prospek perekonomian, arah kebijakan pemerintah, hingga pengalaman pelaku usaha yang telah menjalankan investasi di Jawa Timur.

Melalui forum ini, Jawa Timur berupaya memperkuat koneksi antara pemilik proyek, pemerintah, lembaga keuangan, dan calon investor sekaligus mendorong realisasi investasi yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Editor : Tri Karyono

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru