Langkah Khofifah Bangun Pendidikan Kebangsaan Didukung Lia Istifhama dan TNI

Kebersamaan Lia Istifhama dengan Laksda TNI Ali Triswanto, Komandan Kodaeral V/Surabaya. (Tim Media Lia Istifhama).
Kebersamaan Lia Istifhama dengan Laksda TNI Ali Triswanto, Komandan Kodaeral V/Surabaya. (Tim Media Lia Istifhama).

SURABAYA, KABARHIT.COM –Gagasan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memperkuat pendidikan kebangsaan mendapat dukungan lintas sektor. Program tersebut dinilai strategis untuk memperkokoh ketahanan nasional di tengah tantangan disrupsi digital dan dinamika global.

Dukungan itu datang dari Anggota DPD RI Lia Istifhama dan Komandan Kodaeral V/Surabaya Laksda TNI Ali Triswanto. Keduanya sepakat bahwa penguatan pendidikan kebangsaan menjadi kebutuhan mendesak bagi bangsa saat ini.

Hal tersebut disampaikan saat Lia Istifhama bertemu Laksda TNI Ali Triswanto di Kantor Kodaeral V/Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Lia menyampaikan bahwa gagasan Gubernur Khofifah tidak sekadar program pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan nasional.

“Gagasan Ibu Gubernur Khofifah tentang pendidikan kebangsaan sangat tepat. Ini bukan hanya program pendidikan, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan nasional,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Menurut Keponakan Gubernur Khofifah, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai provinsi dengan jumlah penduduk besar dan tingkat keragaman sosial-budaya yang tinggi. Karena itu, penguatan pendidikan kebangsaan di Jatim diyakini akan berdampak luas terhadap stabilitas nasional.

Ia menekankan, pendidikan kebangsaan harus ditanamkan sejak usia dini dan dikemas secara membumi serta relevan dengan kehidupan generasi muda.

“Penguatan empat Pilar Kebangsaan, pembiasaan simbol-simbol nasional, hingga pendekatan yang sesuai dengan karakter generasi digital menjadi kunci,” kata perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu.

Menurutnya, nasionalisme tidak boleh kalah oleh arus disrupsi digital. Pendidikan kebangsaan harus hadir tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di ruang-ruang digital.

Sementara itu, Laksda TNI Ali Triswanto menegaskan dukungannya terhadap gagasan Gubernur Khofifah. Ia menyebut pendidikan kebangsaan sebagai bagian penting dari strategi pertahanan nonmiliter.

“Ketahanan negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan alutsista, tetapi juga oleh karakter dan kesadaran kebangsaan masyarakatnya,” ujar Ali.

Ia menambahkan, sebagai negara kepulauan dengan dua pertiga wilayah berupa laut, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, semangat bela negara, serta kesadaran maritim yang kuat.

Lia Istifhama dan Laksda TNI Ali Triswanto pun sepakat bahwa gagasan penguatan pendidikan kebangsaan yang diusung Gubernur Khofifah perlu didukung secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan institusi pertahanan.

“Jika Jawa Timur kuat secara karakter dan kebangsaan, maka Indonesia akan semakin kokoh,” pungkasnya.

Editor : Ipul