BI Jatim Dorong Riset Ekonomi Jadi Solusi Pembangunan Daerah

SURABAYA, KABARHIT.COM - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur mendorong pemanfaatan hasil penelitian akademisi sebagai dasar perumusan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing, memperluas pemerataan, dan menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi Jawa Timur.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan The 13th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026 yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur. Kegiatan konferensi dan pengumuman pemenang berlangsung di Surabaya pada 21 Oktober 2026.

Forum yang mengusung tema percepatan pembangunan wilayah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah, perbankan, pelaku usaha, mahasiswa, serta perwakilan negara asing.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan, kebijakan pembangunan perlu disusun berdasarkan pemahaman terhadap kondisi nyata di lapangan dan didukung kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, penelitian yang berkualitas dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang objektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.

“EJAVEC diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha sehingga hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Ibrahim.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi Jawa Timur perlu dilakukan melalui peningkatan produktivitas, penguatan daya saing, serta pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Penyelenggaraan EJAVEC yang memasuki tahun ke-13 sejak 2014 mencatat peningkatan partisipasi yang signifikan. Pada 2026, forum ini menerima 559 karya ilmiah atau meningkat 48,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Karya ilmiah tersebut berasal dari penulis dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Inggris, Australia, dan Taiwan. Seluruh karya yang masuk diseleksi oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan Bank Indonesia.

Terdapat enam subtema utama yang dibahas dalam forum tersebut, meliputi daya saing industri, hilirisasi dan investasi; ketahanan pangan dan stabilitas harga; perdagangan, konektivitas dan integrasi ekonomi regional; pariwisata dan sumber pertumbuhan ekonomi baru; pengembangan UMKM, inklusi keuangan dan inovasi pembiayaan; serta kesiapan pasar tenaga kerja dan kesejahteraan sosial.

Beragam topik tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi membutuhkan pendekatan lintas sektor, mulai dar

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar kedua di Indonesia.

Menurut Emil, potensi tersebut perlu didukung strategi pembangunan yang memperhatikan karakteristik setiap wilayah, kekuatan ekonomi lokal, serta perubahan kondisi ekonomi global.

Penelitian dan kajian ekonomi diperlukan untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing wilayah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diharapkan semakin merata sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Ibrahim menyerahkan Prosiding Finalis EJAVEC 2026 dan Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Triwulan II 2026 kepada Emil Dardak sebagai bahan kajian dan masukan bagi perumusan kebijakan daerah.

Forum ini juga menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi untuk membahas prospek ekonomi Jawa Timur.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Rudi Purwono, memaparkan strategi peningkatan produktivitas, penguatan daya saing, pemerataan pertumbuhan antardaerah, serta penguatan ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.

Sementara itu, Ekonom Senior sekaligus Pendiri CORE Indonesia Hendri Saparini menyoroti peran penelitian dalam mendukung kebijakan berbasis bukti, transformasi struktural, serta penguatan industrialisasi dan hilirisasi.

Pendiri PT Disway National Network Dahlan Iskan menekankan pentingnya mengubah hasil penelitian menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, pengembangan peluang pasar, peningkatan daya saing usaha, dan pemanfaatan teknologi digital dapat membantu UMKM meningkatkan skala bisnisnya.

Peneliti Mahasiswa dan Umum Raih Penghargaan
EJAVEC 2026 turut mengumumkan pemenang karya ilmiah dalam kategori umum mahasiswa dan umum.

Pada kategori mahasiswa, peringkat pertama diraih Christoper Jhonatan Reyes, Kornelius Hasiholan Pardosi, dan Anas Zaskia Athaya Putri dari Universitas Indonesia.

Peringkat kedua diraih Ricky Dina Rajendra, Fadilatul Hilmiyah, dan Sessa Tiara Maretaniandini dari Politeknik Keuangan Negara STAN. Adapun peringkat ketiga diraih Frisca Kusumawati, Dinnaya Mahashofia, dan Lingghia Putri Atma Negara dari Universitas Airlangga.

Untuk kategori umum, peringkat pertama diraih Nisrina Citra Nurfadilah dari BPS Kabupaten Pulang Pisau bersama Bayu Dwi Kurniawan dan Yohanes Eki Apriliawan dari Direktorat Analisis Statistik dan Neraca Satelit, BPS RI.

Peringkat kedua diraih M. Fajar Ramadhan dari Universitas Indonesia. Sementara itu, peringkat ketiga diraih Andini Putri dari Universitas Brawijaya bersama Hardi Adityasna dari Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan, Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya, serta Annisa Dira Hariyanto dari PT Sagamartha Ultima Indonesia.

Melalui penyelenggaraan EJAVEC secara berkelanjutan, BI Jawa Timur berharap kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha semakin kuat. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah, mendukung pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta mendorong pembangunan Jawa Timur yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Tri Karyono