Songsong Tahun 2022 UMK Kota Surabaya Tertinggi Se - Jatim , Wakil Walikota Armuji pastikan Jaring Pengaman Sosial Efektif

avatar kabarhit.com

KABARHIT, SURABAYA - Besaran UMK Surabaya 2022 merupakan yang tertinggi di Jatim dengan nilai Rp Rp 4.375.479. Apa perbedaan UMK Surabaya tahun depan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kenaikan UMK Surabaya tidak sebesar kenaikan UMK Surabaya pada tahun kemarin. Di Tahun 2021, kenaikan UMK sebesar Rp 100 ribu. Dari Rp 4.200.479 pada tahun 2020 menjadi Rp 4.300.479 di tahun 2021.

Sedangkan UMK di tahun 2022, kenaikannya Rp 75 ribu atau 1,74%. Dari Rp 4.300.479 di tahun 2021 menjadi Rp 4.375.479 di tahun 2022.

Untuk daerah dengan UMK tertinggi ada di tiga daerah, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan yang terendah ada 5 daerah, yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Wakil Walikota Surabaya Armuji menyebutkan UMK tahun 2022 paling tinggi se - Jawa Timur selaras dengan semangat Pemulihan Ekonomi yang dicanangkan di Kota Surabaya.

" Pemerintah kota tidak hanya fokus dalam menjaga iklim usaha dan pertumbuhan ekonomi , tetapi juga menyiapkan Jaring Pengaman Sosial yang efektif sehingga dengan UMK segitu warga bisa bahagia" , Kata Armuji

Dirinya memaparkan di tahun 2022 Pemerintah Kota juga mengalokasikan Jaminan Kesehatan Semesta bagi 1,045 Juta Jiwa , peningkatan kapasitas infrastruktur Kesehatan , Beasiswa SMA / SMK bagi 13.515 Siswa MBR , Pelatihan Promosi Bagi UMKM.

" Dengan UMK segitu , namun kesehatan , pendidikan bisa diberikan jaminan oleh pemerintah kota sehingga orang tua tidak keluar biaya lagi jadi pemanfaatanya optimal" , tegas Cak Ji

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintahan Eri - Armuji akan senantiasa memperkuat Jaring Pengaman Sosial sehingga warga Kota bisa mendapatkan akses sebesar-besarnya tanpa mengeluarkan uang dari kantong Pribadi.

"Kedepannya kita kalau pendidikan , kesehatan dan jaminan sosial berjalan maka uang gaji bisa digunakan untuk keperluan lain" , imbuhnya

and

Editor : Deni