KABARHIT, GRESIK - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, pada hari ini (12/3) menghadiri undangan Keluarga besar Alumni Universitas Jember (KAUJE) dan Asosiasi Tanaman Hias Kabupaten Gresik pada kegiatan sharing session sinergitas kebijakan Pemerintah terhadap peluang ekspor tanaman hias Kabupaten Gresik
Bahkan, berdasarkan analisis Reveal Symmetric Comparative Advantage (RSCA), ekspor tanaman hias Jawa Timur masuk dalam kategori unggul surplus
Artinya, potensi tanaman hias Gresik untuk diekspor sangat besar melihat permintaan dunia yang tinggi dan saat ini ekspor tanaman hias Jatim masih terbatas, jelas Budi kepada Keluarga besar Alumni Universitas Jember dan Asosiasi Tanaman Hias Kabupaten Gresik
Merespon Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Sarmuji, selaku Anggota Komisi XI DPR RI dan Ketua KAUJE menyampaikan bahwa Bank Indonesia diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan ekspor tanaman hias Gresik
Dengan dukungan dari Bank Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik dan OJK, Desa Kesamben Kulon kami harap mampu bertransformasi menjadi Desa wisata yang menjadi sentra ekspor tanaman hias dan tidak kalah sukses dari Desa Floris Sleman, jelas Sarmuji mengakhiri sambutannya
Sentra Wisata Tanaman Hias di Gresik yang dibuka pada tahun 2021 berpotensi mendorong kinerja pariwisata Kabupaten Gresik yang dapat mendatangkan manfaat yang tinggi bagi masyarakat sekitar dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Gresik dan Jawa Timur
and
Editor : Deni