Pasca Keracunan 200 Siswa, Komisi D Turun Tangan Sidak SDN Tembok Dukuh 4

SURABAYA, KABARHIT.COM - Komisi D DPRD Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Tembok Dukuh 4 Surabaya menyusul kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sekitar 200 siswa dari 12 sekolah tingkat TK hingga SMP di Surabaya. Rabu (14/5).

Sidak dipimpin langsung oleh Arjuna Rizki, Sekretaris Komisi D dan dihadiri oleh Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, diantaranya Ajeng Wira Wati, Johari Mustawan, Zuhrotul Ma'ah, dan Imam Syafii. Didampingi oleh Komite Sekolah SDN 4 Tembok Dukuh.

Dalam sidak tersebut, Komisi D juga memfasilitasi mediasi antara wali murid dengan pihak sekolah guna meredam keresahan orang tua siswa sekaligus mencari solusi atas persoalan yang terjadi.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan atau yang akrab disapa Bang Jo, menegaskan penanganan terhadap para korban harus menjadi prioritas utama, khususnya bagi siswa yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

“Untuk penanganan korban perlu mendapat atensi serius dari Dinas Kesehatan, khususnya puskesmas yang merawat korban. Jika ada penyakit bawaan yang membutuhkan penanganan lebih serius maka harus dilakukan dengan baik,” ujar Bang Jo.

Ia meminta puskesmas aktif berkoordinasi dengan wali murid maupun pihak sekolah agar kondisi kesehatan siswa terdampak dapat terus dipantau.

Selain itu, Bang Jo juga menyoroti pentingnya penerapan SOP penyajian makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya terkait standar keamanan pangan atau food safety.

“Terkait SOP penyajian makanan harus benar-benar diperhatikan oleh pihak SPPG, khususnya dalam hal food safety. Misalnya makanan beku yang akan disajikan tidak cukup hanya disemprot air panas agar bisa dimasak, tapi harus dipahami juga bagaimana proses pengolahannya supaya lebih aman,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan proses pengolahan makanan menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang di kemudian hari.

Bang Jo juga meminta sekolah aktif berkoordinasi dengan pihak SPPG terkait kondisi siswa, terutama yang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu.

“Sekolah harus berkoordinasi dengan SPPG terkait ada atau tidaknya siswa yang memiliki alergi makanan tertentu. Ini penting agar makanan yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi siswa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bang Jo juga mengimbau para wali murid agar tetap tenang dan tidak meluapkan kekecewaan kepada pihak sekolah.

“Wali murid mohon bersabar dan tidak melakukan aksi demo ke sekolah, karena sekolah hanya sebagai penyalur dari kegiatan MBG,” ujarnya.

Ia menegaskan program MBG pada dasarnya merupakan program baik yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

“MBG adalah program yang baik yang diinisiasi Presiden Prabowo untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, khususnya anak sekolah. Yang perlu dilakukan sekarang adalah evaluasi dan pembenahan sistem agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Bang Jo.

Editor : Deni