SURABAYA, KABARHIT - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi penuh atas diselenggarakannya Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa Tahun 2022 yang digelar di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya pada 8-10 September 2022.
Wagub Emil Dardak dalam sambutannya menyampaikan perlu kita ketahui bahwa Provinsi Jawa Timur adalah lokomotif ekonomi di Seluruh Indonesia dan tercatat pertumbuhan dari bulan April sampai Juni 2022 diangka 5,74 Persen dan tertinggi dibandingkan provinsi di pulau jawa.
Baca juga: Inovasi dan Kolaborasi Warnai Surabaya Printing Expo 2025
" Jawa timur saat ini menyumbang 1/6 dan terbesar kedua perekonomiannya setelah Jakarta contohnya, pekerja pabrik kemudian disektor perdagangan dan di mall dan ketiga adalah di sektor pertanian." ucapnya
Baca Juga : OJK Resmi Luncurkan Roadmap Pengembangan industri BPR dan BPRSUntuk mengukur sebuah kemajuan didaerah ada yang kita sebut Indeks pembangunan manusia, dimana di tahun 2010 - 2021 kita terus mengalami peningkatan hingga sekarang mencapai 72,14 persen, mudah mudahan masyarakat jawa timur semakin sejahterah
" di jawa timur yang membuat ekonomi bergerak yaitu dengan berbelanja kalau kita tidak belanja dan dirumah saja maka tidak ada yang beli, 60 persen dari perekonomian jawa timur di sumbang dari kita belanja dengan belanja produk produk lokal, Jadi belanjalah produk produk lokal," harap Emil Dardak
Kemudian untuk 25 persennya yaitu dengan Investasi seperti orang buka toko, beli mesin serta buka Pabrik, alhamdulillah, pertumbuhan di Jawa timur mencapai 69,2 persen dua kali lipat dari pertumbuhan nasional untuk investasi.
Baca Juga : Bank Indonesia Gelar Webinar Road To EJAVEC 2022"Untuk investasi ada beberapa negara seperti Amerika investasi di Jawa timur 4, 94 Triliun, Hongkong 2,16 Triliun, Singapura 1,7 Triliun sedangkan Jepang 1,1 Triliun dan menariknya kita adalah salah satu menjadi eksportir artinya membawa uang masuk ke Indonesia," tegasnya
Ekspor jawa timur banyak dikirim ke Cina, Jepang dan Amerika dan berharap kemudian kita banyak berexspo dari pada import, selama ini kita tahu Ekonomi Syariah ada dua Pilar nya keuangan syariah yaitu keuangan syariah dan bisnis syariah
"Keuangan Syariah artinya menjauhkan diri dari riba sedangkan untuk bisnis Syariah menjauhkan diri dari hal hal yang tidak diperkenankan, jadi kita diantaranya ada juga berkaitan dengan industri Halal," tambahnya.
Baca Juga : Ini Penjelasan BPJS Kesehatan soal Inpres Nomor 1 Tahun 2022Tantangan yang pertama adalah ekonomi digital yang kita yakin ini peluang yang kita bisa ambil, kedua, kita ingin mencacat bahwa Indonesia sudah di prediksi 2025, angkanya akan tumbuh dari 624 Triliun dua tahun yang lalu, tiga tahun lagi mencatat menjadi 1.726 Triliun ekonomi digital.
"Bahkan kami yakin yang belanja disini sudah tidak lagi Offline ada juga menggabungkan hybird belanja disini tetapi transaksi pakai digital folder atau menggunakan QRIS, bahkan orang luar negeri disini sudah memakai QRIS, ini terbesar dibanding negara Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand serta Vietnam, " terang Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak
Hal paling penting, E-Commerce akan tumbuh 189, 6 Juta pengguna E- Commerce kemudian untuk Perbankan Syariah akan tumbuh dari 40 Triliun menjadi 46, 4 Triliun serta dana pihak ketiga dari 31 Triliun menjadi 40 Triliun memang agak naik turun tetapi trendnya melingkar.
Baca Juga : Penyempurnaan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO)"Berdasarkan lokasi proyek dan uang sudah di galang ada 99,42 di triwulan kedua dan angka kredit macetnya kecil dibawa 4 persen, jawa timur potensial untuk Ekonomi Syariah ( FESyar)," ujarnya
Karena memang 85, 38 persen penduduknya adalah muslim serta ada (+ 965.646 santri) dan + 38 ribu masjid yang dapat dijadikan motor penggerak ekonomi syariah.
"Baik keuangan syariah, hingga bisnis yang berkaitan dengan industri halal, kita harus terus support penguatannya dengan ekosistem syariah yang ada," ucapnya.
Baca juga: Hadiri Istighosah Muslimat , Wagub Emil : Poros Kemajuan Daerah Ada Pada Pendidikan dan Kesehatan
Tercatat, pangsa perbankan syariah terhadap perbankan umum di Jawa Timur secara konsisten mengalami peningkatan dari 6,06% pada tahun 2019 menjadi 6,65% pada Juli 2022. Sedangkan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan perbankan syariah di Jawa Timur tercatat tumbuh 0,96% (yoy).Baca Juga : Tanam Pohon & Penghijauan, KAI Daop 8 Sukseskan Program BUMN Hijaukan Indonesia
"Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan umum di Jawa Timur pada tahun 2020 yang sebesar -6,50% (yoy)," jelasnya.Oleh sebab itu, dirinya kembali mengajak seluruh masyarakat dan insan ekonomi lainnya untuk terus mendukung geliat ekonomi syariah, khususnya di Jawa Timur. Bersama dengan sektor ekonomi vertikal di Jatim, dirinya optimis bisa terus menjaga kestabilan ekonomi di Jawa Timur.
Tidak hanya menjadi Keynote Speech, Wagub Emil yang juga didampingi Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak berkesempatan memperagakan busana batik rancangan Widyo Rahardi.
Keduanya bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim beserta istri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten, bersama memeriahkan penutupan FESyar Tahun 2022.
Editor : Deni