SURABAYA, KABARHIT.COM – Pengusaha asal Surabaya Henky Irawan terpilih menjadi Ketua Umum Pengprov FPTI Jawa Timur. Keputusan ini berdasarkan musyawarah provinsi yang digelar di Ruang Pertemuan KONI Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026).
Sebanyak 32 pengkot-pengkab FPTI sepakat menunjuk Henky memimpin FPTI Jawa Timur periode 2026-2030, sekaligus menggantikan Dhanu Iswara.
Dalam pidato sambutannya, Henky membeber lima program prioritas yang meliputi pembinaan atlet berjenjang, kompetisi rutin dan masif, penguatan organisasi dari pengkot-pngkab, profesionalisasi pelatih dan tata kelola organisasi yang modern.
Program kedua lebih ia tekankan sebagai sarana melahirkan juara melalui kompetisi. “Ini komitmen saya. Ke depan akan ada kompetisi tingkat provinsi setiap tiga bulan sekali dan kejuaraan open nasional KU setiap tahun,” ujar pria kelahiran Surabaya November 1971 ini.
Henky juga meneruskan cita-cita pengurus sebelumnya untuk menjadikan FPTI Jawa Timur sebagai pusat pembinaan panjat tebing nasional. Bahkan ia berusaha menjadikan atlet FPTI Jatim mampu meraih prestasi di level internasional.
“Visi ini bukan sekadar kalimat, tetapi arah besar yang harus dicapai bersama. Itu sebabnya, kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pengkot-pengkab,” tegas Henky.
Pada kesempatan ini, Sekjen PP FPTI, Pristiaan Buntoro menilai apa yang dilakukan FPTI Jatim sudah tepat. Dasarnya adalah banyaknya atlet prestasi yang telah dilahirkan baik di level nasional hingga internasional.
“Parameternya adalah sepuluh atlet pelatnas lolos Asian Games 2026. Dua di antaranya dari Jatim,” ujar Pristiawan Buntoro, melalui zoom meeting. Dua atlet asal Jatim yang lolos Asian Games 2026 adalah Alma Ariella Tsany dan Putra Tri Ramadhani. Selain itu, pelatih asal Jatim, Galar Pandu Asromo juga dipanggil ikut pelatnas program Asian Games 2026.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil menilai prestasi FPTI Jatim memiliki modal kuat. “Di mata saya, modal paling kuat adalah soliditas dan keguyuban antar-pengurus, serta membangun kesederhanaan. Sepertinya kecil, ternyata kuat untuk membangun prestasi,” ujar Nabil.
Hasil yang dibangun ini terlihat dari setiap PON. Sejak PON XV/2000 di Jawa Timur hingga PON XX1/2024 di Aceh-Sumatra Utara tidak pernah kehilangan medali emas. Bahkan dalam dua edisi PON terakhir, di Papua 2021 dan Aceh-Sumut 2024, FPTI Jatim menjadi juara umum. Prestasi ini mengulang catatan tahun 2008 di Kalimtan Timur.
Hal senada disampaikan Kabid Olahraga Prestasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Abdul Wahab. Ia menilai apa yang dibangun pengurus sebelumnya sudah terbukti di level nasional hingga internasional.
“Apa yang disampaikan pak Sekjen PP FPTI benar. Jatim telah menjadi role model pembinaan nasional. Di ajang Popnas, PON, bahkan SEA Games sudah terbukti. Mudah-mudahan di Asian Games di Jepang, inshaallah atlet panjat tebing bisa berprestasi,” ujar Wahab memungkasi. (*)
Editor : Deni