MADIUN, KABARHIT.COM Banyak wilayah di Kabupaten Madiun penghasil Durian, salah satunya Desa Suluk, Kecamatan Dolopo. Di desa tersebut sempat menggelar Festival Tumpeng Durian dari 600 durian varietas lokal.
Baca juga: Petani Madiun Sampaikan Aspirasi kepada LaNyalla Soal Krisis Pertanian dan Dampak Perubahan Iklim
Bupati Madiun H. Ahmad Dawami, mengatakan bahwa berbagai jenis durian tumbuh di Desa Suluk. Mulai Durian yang berumur 50 tahun hingga 200 tahun bahkan lebih.
Durian Desa Suluk memang top!, akunya setelah mencoba satu buah Durian.
Kaji Mbing panggilan akrab Bupati Madiun berharap, Desa Suluk menjadi desa wisata dengan potensi unggulan Durian dan buah lain seperti rambutan dan alpukat.
Ia menyarankan pemerintah desa setempat untuk melakukan pelebaran jalan di Desa Suluk.
Baca juga: Songong Pesta Demokrasi 2024, DPC Partai Gerindra Kabupaten Madiun Bekali Ratusan Saksi
Nanti Kepala Dinas PUPR akan berkunjung kemari memberi masukan kepada Kepala Desa, BPD,dan RT terkait teknisnya, terangnya.
Terkait Durian Desa Suluk yang menjadi idola, salah satu pengunjung asal Ponorogo mengatakan bahwa sensasi makan Durian langsung di Desa Suluk memang berbeda.
Bisa merasakan suasana pedesaan, ujarnya mantap.
Baca juga: Gerindra Kabupaten Madiun Tancap Gas Jeland Pesta Demokrasi
Adapun harga Durian di Desa Suluk sangat terjangkau. Untuk Durian berukuran besar dibandrol dengan harga Rp 60.000 hingga Rp 70.000, sedangkan ukuran kecil berkisar Rp 30.000 hingga Rp 40.000. (Red)
Editor : Deni Noel