Kolaborasi BKKBN Jatim dan GP Ansor Jatim Tekan Pernikahan Dini & Stunting

Reporter : Deni

SURABAYA, KABARHIT.COM- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/ BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Jawa Timur (GP Ansor Jatim) berkolaborasi mencegah stunting.

Upaya itu dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BKKBN Jatim dan GP Ansor Jatim di acara Syawal Fest PW GP Ansor Jawa Timur, Minggu (13/4) di Jatim Expo Surabaya.

Baca juga: Kemendukbangga BKKBN Jatim Apresiasi 7 Daerah yang Rampungkan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M., bersyukur bisa bekerja sama dengan GP Ansor Jawa Timur.

"Alhamdulillah kita kerjasama, penandatangan MoU dengan GP Ansor, dan satu lagi dengan Gerakan Ayo Mondok," ucapnya.

Pihaknya sepakat dan bekerjasama untuk mengedukasi pemuda agar paham pernikahan dini dan dampaknya terhadap stunting.

Maria menyebut, bahwa BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. Harus kolaboratif. Sehingga harapannya kolaborasi antara kedua belah pihak untuk mencegah stunting dengan satu langkah mengedukasi pernikahan dini di Jatim.

Baca juga: Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur Hadirkan Layanan Keluarga di Jalur Mudik Lebaran 2026

Di kerjasama tersebut, road map pertama adalah BKKBN memberikan sosialisasi ke pondok-pondok. Kemudian membentuk Pojok Bangga di pondok pesantren.

"Di Pondok Bangga itu, nanti BKKBN bisa memberikan informasi bagaimana membangun keluarga yang baik. Khususnya yang mau menikah," tegasnya.

Ketua GP Ansor Jatim H Musaffa Safril menyatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan BKKBN terkait langkah pencegahan stunting. Koordinasi ini menghasilkan kerjasama berlanjut dengan melibatkan sahabat Ansor di tingkat ranting.

Baca juga: Resmi Kantongi SK, Pokja Ngopi Bangga Kencana Langsung Matangkan Agenda 2026

"Kerjasama berkaitan dengan pencegahan pernikahan dini. Karena langkah selanjutnya berkaitan dengan pencegahan stunting," ungkapnya.

Menurut Musaffa, dari peta yang ada, stunting saat ini paling banyak di daerah Tapal Kuda dan Madura.

"Kita akan fokus disana. Melibatkan Ansor setempat untuk sosialisasi pencegahan. Kemudian edukasi ke masyarakat di kantong-kantong stunting. Termasuk di pondok pesantren," jelasnya. 

Editor : Deni

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru