SURABAYA, KABARHIT.COM – Tragedi pembunuhan disertai mutilasi yang menimpa TAS di Pacet, Mojokerto, menyisakan duka mendalam dan menjadi sorotan tajam bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh pengusaha dan politikus Irmawati Subagio, saat dihubungi lewat WhatsApp, Rabu (10/9/2025) siang.
Baca juga: Peringati Hari Ibu ke-97, Gubernur Khofifah Ajak Lindungi dan Bahagiakan Perempuan
"Kasus ini bukan hanya tentang kejahatan keji, melainkan juga sebuah refleksi penting bagi perempuan. Agar, selalu waspada dalam menjalin hubungan dan berani mengambil langkah untuk melindungi diri dari ancaman kekerasan," ujar Irmawati sapaan akrabnya.
Irmawati menyampaikan bahwa hubungan yang tidak dibangun atas kejujuran, rasa saling menghargai, dan komitmen sehat berpotensi besar berujung pada konflik berbahaya.
"Seharusnya, cinta menghadirkan kedamaian, bukan penderitaan. Ketika hubungan dipenuhi tekanan emosional dan ekonomi, maka potensi kekerasan akan semakin besar," kata Pengusaha asal Sidoarjo.
Menanggapi soal faktor ekonomi sebagai salah satu pemicu, Irmawati pun menilai bahwa persoalan keuangan seringkali menjadi tantangan serius dalam hubungan modern, terutama pasangan muda yang belum menikah.
"Jika hubungan dijadikan transaksional dengan beban ekonomi, dampaknya bisa merusak kesehatan mental kedua pihak. Oleh karena itu, kemandirian keuangan dan mental menjadi kunci penting bagi perempuan," ujarnya.
Baca juga: Etawa99 Kembangkan Program "Stop Jadi Jongos, Saatnya Jadi Bos di Negeri Sendiri"
Irmawati berpesan, perempuan berani mengenali tanda-tanda hubungan beracun dan tidak takut mengambil keputusan demi keselamatan diri.
"Kemandirian bukan hanya soal keuangan, tapi juga keberanian menjaga harga diri dan kesehatan mental. Perempuan harus berani berkata tidak pada relasi yang menyimpang," pesannya.
Tak hanya itu, Irmawati mengapresiasi langkah Polres Mojokerto yang bergerak cepat dalam mengungkap kasus tersebut.
Baca juga: Di Opening IFBC Expo 2025, Wagub Emil Serukan Permudah Orang Usaha
"Langkah sigap aparat penegak hukum adalah bukti nyata kehadiran negara, untuk melindungi perempuan dari kekerasan. Ini patut diapresiasi," imbuhnya.
Irmawati juga menekankan bahwa pentingnya perempuan untuk mencintai diri sendiri, sebelum mencintai orang lain.
"Saya berpesan jangan pernah menukar masa depan dengan hubungan penuh risiko. Cintai diri sendiri terlebih dahulu, dari sanalah lahir kekuatan untuk memilih dan melangkah," pungkasnya.
Editor : Ipl