SIDOARJO, KABARHIT.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Timur (Jatim) Arumi Bachsin meninjau kembali lokasi reruntuhan mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Minggu (5/10/2025) siang.
Kini, Wagub Emil bersama istrinya berfokus pada penyampaian perkembangan evakuasi dan proses identifikasi kepada keluarga korban belum ditemukan hingga saat ini.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Layanan, BKKBN Jatim Gelar Penguatan Karakter Kepemimpinan ASN di Pasuruan
Dalam peninjauan tersebut, Wagub Emil bersama Arumi Bachsin secara khusus berbincang dengan salah satu wali santri, orang tua dari seorang putra yang hingga kini belum ditemukan pasca insiden ambruknya bangunan mushola tersebut.
"Rasanya, renyuh banget ya. Bahkan, mereka belum bisa dapat kepastian sampai detik ini dan menata hatinya tentu tidak mudah," ujar Wagub Emil saat sampaikan didepan awak media.
Wagub Emil menyampaikan, rasa emptinya yang mendalam. Ia juga melakukan kunjungan ini untuk mengecek langsung progres di lokasi setelah Gubernur Khofifah.
"Hari ini, saya bersama istri berkunjung disini untuk mengecek keadaan lokasi, setelah Bu Khofifah telah beberapa disini seharian. Fokus utama saat ini adalah proses identifikasi dan pengangkatan material yang tersisa," kata Emil Dardak didampingi sang istri tercintanya.
Emil Dardak mengatakan bahwa dari total 34 jenazah yang sudah di evakuasi pasca tanggal 8, tiga sudah teridentifikasi.
"Data ini tidak termasuk korban yang dievaluasi sebelum penggunaan alat berat. Total keseluruhan korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah 34 orang," jelasnya.
Baca juga: Wagub Emil Hadiri EJIB, Jadikan Jatim Sebagai Destinasi Investasi Global
Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa saat ini tim evakuasi melihat kemungkinan adanya korban di sektor lainnya reruntuhan bangunan yang baru saja dibersihkan materialnya.
"Yang paling penting, ini ada melintang nempel miring itu, yang hampir separuh dari lantai beton kalau kita lihat. Nah, itulah yang pengangkatannya paling rumit dan dimulai siang ini," imbuh dia.
Emil menegaskan bahwa material sulit akan segera diangkat setelah area sekitar dibersihkan total. "Pengangkatan ini diharapkan memberi gambaran jelas mengenai keberadaan korban yang mungkin masih tertimbun di bawah reruntuhan," tegas Emil.
Emil juga menekankan, pentingnya memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada keluarga korban mengenai proses yang berjalan, termasuk proses post mortem yang diakui tidak mudah.
Baca juga: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Kompak di Rakornas Prabowo, Jatim Siap Tancap Gas Program Nasional
"Kami tidak bisa mengabaikan atau memungkiri banyak informasi berseliweran di berbagai media yang mempengaruhi psikologis dari orang tua korban tersebut," katanya.
Oleh karena itu, Emil juga mengungkapkan bahwa ini merupakan tanggung jawab publik untuk melihat kejadian tersebut dan menyampaikan analisa sejujur dan terbaik mengenai progres pelaksanaan evaluasi di lapangan tersebut.
"Saya pun mengapresiasi kerja keras tim di lokasi, mulai dari tim Basarnas, BNPB, TNI, Polri, dan semua pihak yang terus bekerja tanpa istirahat karena berkejaran dengan waktu terkait kondisi korban dibawah reruntuhan bangunan tersebut," pungkasnya.
Editor : Ipl