SURABAYA,KABARHIT.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat pembenahan pasar tradisional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas publik. Melalui program revitalisasi, sebanyak 16 pasar di berbagai wilayah Kota Pahlawan diperbaiki agar lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung serta mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
Program tersebut dikerjakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya. Sejumlah pasar kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKPP Surabaya, Harindrayana, mengatakan pasar yang menjadi sasaran revitalisasi meliputi Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan.
"Secara umum pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai tahapan. Pemkot Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas publik, salah satunya melalui rehabilitasi pasar tradisional," ujar Harindrayana, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, progres pembangunan di beberapa lokasi sudah hampir selesai. Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Kembang telah mencapai sekitar 95 hingga 98 persen dan kini tinggal menyelesaikan pekerjaan akhir atau penyempurnaan.
Sementara itu, pengerjaan di Pasar Simogunung, Kedungsari, Genteng, Kapasan, Pucang Anom, Gresik PPI, Gubeng Masjid, Wonokromo, Karah, dan Babaan Baru masih berlangsung dengan tingkat penyelesaian berkisar 60 hingga 70 persen.
Adapun revitalisasi Pasar Pakis, Pasar Dukuh Kupang, dan Pasar Pecindilan masih berada pada tahap proses lelang sehingga pekerjaan fisik belum dimulai.
Harindrayana menjelaskan, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk program tersebut. Dana itu difokuskan pada rehabilitasi infrastruktur utama pasar, bukan pembangunan gedung baru secara menyeluruh.
Perbaikan dilakukan pada empat komponen utama, yakni atap, lantai, sistem drainase, dan penataan stan pedagang. Atap yang sudah rusak, berkarat, atau berpotensi membahayakan akan diganti agar lebih aman.
Untuk lantai pasar, pemerintah menggunakan keramik maupun material floor hardener sehingga lebih mudah dibersihkan, tidak mudah menyerap air, dan mengurangi kesan becek.
Selain itu, sistem drainase diperbaiki agar air bekas aktivitas perdagangan maupun air hujan dapat mengalir dengan baik tanpa menimbulkan genangan.
Penataan stan pedagang juga menjadi bagian dari revitalisasi. Lapak yang sebelumnya terlihat tidak tertata akan diperbaiki agar lebih rapi, bersih, dan seragam, termasuk dengan pemasangan keramik pada area stan.
Harindrayana menegaskan, tujuan utama revitalisasi adalah mengubah citra pasar tradisional yang selama ini identik dengan kondisi kumuh, becek, dan bangunan yang kurang layak.
"Kami ingin menghadirkan pasar yang lebih bersih, nyaman, dan aman bagi masyarakat maupun pedagang. Karena itu lantai dibuat lebih baik agar tidak menyerap air, sementara saluran drainase juga dibenahi supaya aliran air tetap lancar," pungkasnya.
Editor : Deni Noel