Assifak Fadilah Wahid: Inilah Sosok di Balik Julukan Suara Hukum Suroboyo

Reporter : Ipl
Calon Advokat Surabaya & Politisi Muda Partai Gerindra Assifak Fadilah Wahid.

SURABAYA, KABARHIT.COM – Di tengah kompleksitas penegakan hukum, muncul sosok muda yang berani mengkritisi praktik-praktik kriminal di tengah masyarakat. Ia adalah Assifak Fadilah Wahid, S.H., calon advokat asal Kota Surabaya sekaligus anggota Bidang Hukum Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jawa Timur (Jatim).

Tak hanya menekuni dunia hukum, Assifak juga aktif di bidang politik. Ia berupaya membangun narasi baru tentang transparansi dan keberanian melawan pungutan liar (pungli), kekerasan, dan premanisme melalui gerakan edukatif bertajuk Suara Hukum Suroboyo.

Baca juga: HGN 2025, Gus Firman : Momentum untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Perlindungan Hukum

"Kami sebagai anggota Tidar memiliki peran penting di bidang hukum. Organisasi ini dikenal progresif dan visioner,” ujar Assifak dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (10/11/2025).

Assifak menyebut dirinya tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga sebagai pelaku langsung dalam pembentukan wacana politik hukum di Surabaya. 

“Kami berkomitmen mendorong arah kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil, terutama dalam menghadapi kejahatan yang nyata di lapangan,” katanya.

Melalui Suara Hukum Suroboyo, Assifak berupaya mengedukasi masyarakat tentang hukum dengan cara yang mudah dipahami. Ia pun menyoroti pentingnya analisis hukum yang lugas terhadap kasus-kasus aktual seperti pungli, kekerasan jalanan, dan aksi premanisme di kawasan padat penduduk.

Baca juga: Potret Pengacara Muda Vitriana Krisna Maharani : Menjadi Garda Terdepan Keadilan dan Kontestasi Politik

“Kami memperkuat data lapangan dengan penjelasan pasal-pasal serta memberikan pandangan objektif mengenai langkah hukum yang bisa ditempuh masyarakat,” ungkap Assifak.

Gaya komunikasinya yang khas, berani, dan membumi membuat konten Suara Hukum Suroboyo mudah diterima publik, terutama kalangan muda. Sebagai figur muda dengan latar belakang hukum, Assifak membawa visi untuk membangun literasi hukum di Surabaya. 

“Kami ingin menghadirkan hukum sebagai alat keadilan, bukan sekadar pasal. Kami juga berupaya menghapus budaya takut melapor dan membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum,” imbuh politisi muda Partai Gerindra itu.

Baca juga: PERADRI Tunjuk Dr. Ponimin Koordinatori KNLB, Organisasi Siap Reorganisasi

Assifak pun berharap, generasi muda dapat berperan aktif dalam perubahan politik hukum di daerah.

“Ini simbol generasi baru politik hukum Surabaya. Kami tidak hanya memahami teori, tapi juga siap berada di garis depan mendorong perubahan,” pungkasnya.

Editor : Ipl

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru