Batik Cendrawasih dan Noken Papua Menarik Dunia Lewat MJEthnic Craft Indonesia

Reporter : Deni

MERAUKE, KABARHIT.COM – MJEthnic Craft Indonesia hadir sebagai pelopor kewirausahaan sosial yang berkomitmen memajukan potensi lokal Indonesia Timur ke pasar global. Perusahaan yang didirikan oleh Sukma Ayu, atau akrab disapa Mbak Ayu, ini fokus memperkenalkan beragam produk unggulan karya anak bangsa, khususnya dari tanah Papua, melalui pemasaran offline maupun online di platform resmi mereka.

“Kami bangga dapat memperkenalkan serta mendistribusikan beragam produk unggulan karya anak bangsa, khususnya dari tanah Papua, baik secara offline maupun online. Setiap kreasi memiliki cita rasa otentik, nilai seni tinggi, dan cerita budaya yang mendalam,” ujar Mbak Ayu.

Baca juga: Pelindo Regional 3 Hadirkan Portival Nusantara 2025, Dorong Kolaborasi UMKM dan Generasi Muda

Berdayakan Perempuan dan UMKM Lokal

Menurutnya, visi utama MJEthnic Craft Indonesia adalah memberdayakan perempuan—yang mayoritas merupakan pelaku UMKM—serta meningkatkan perekonomian masyarakat di pelosok negeri.

“Melalui setiap produk yang kami pasarkan, kami tidak hanya memperkenalkan keindahan budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memberikan dampak sosial berkelanjutan bagi para pengrajin di seluruh Indonesia,” jelas wanita asal Surabaya tersebut.

Dorong Produk Nusantara ke Pasar Global

Sebagai perusahaan perdagangan global, MJEthnic Craft Indonesia konsisten memasok dan mengekspor berbagai produk khas Nusantara yang ramah lingkungan, terutama produk asal Papua. Fokus utama mereka adalah mempromosikan kerajinan tangan dan kuliner berbahan tradisional dan alami, sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan dan keaslian produk.

Baca juga: Pelindo Regional 3 Gaungkan Tradisi Lewat Portival Nusantara 2025

Langkah Mbak Ayu di panggung internasional semakin mempertegas kiprah perusahaan ini. Sejak tampil pada gelaran Fashion Week Melbourne dan Indonesia By The Harbour di Sydney, Australia, produk seperti Noken Papua dan Batik Cendrawasih berhasil mencuri perhatian publik internasional. Penampilan ini sekaligus menegaskan bahwa wastra Nusantara tidak hanya identik dengan Batik Jawa atau Tenun, tetapi juga kaya akan motif dari Timur Indonesia.

Perjalanan promosi budaya tersebut terus berlanjut hingga ke berbagai negara, mulai dari Australia, Asia Tengah, Rusia, hingga Eropa. Pada sebuah pameran di Uzbekistan, tim MJEthnic Craft Indonesia bahkan mempertontonkan busana adat Papua lengkap dengan rumbai dan mahkota khasnya.

“Kami bangga karena busana adat Papua mendapatkan apresiasi dari para pejabat negara sahabat,” kata Mbak Ayu.

Jembatani Pengrajin Lokal dan Pasar Global

Baca juga: 3rd JICF 2025: KPPU Dorong Reformasi Persaingan Usaha di Era Dominasi Data dan Algoritma

Melalui kemitraan strategis dengan pemasok dan produsen lokal, MJEthnic Craft Indonesia tidak sekadar berperan sebagai perusahaan distribusi. Lebih dari itu, mereka berupaya meningkatkan kesejahteraan pengrajin lokal sekaligus menjembatani mereka dengan pembeli internasional, agar warisan budaya Indonesia semakin dikenal dan dihargai dunia.

Didirikan secara resmi pada 2022, MJEthnic Craft Indonesia merupakan wujud transformasi dari sebuah toko daring sederhana menjadi perusahaan ekspor berdaya saing global. Berawal dari pemasaran kerajinan tangan Papua, tingginya permintaan dari berbagai negara mendorong perusahaan ini berkembang menjadi entitas resmi yang fokus pada ekspor produk Indonesia.

Kini, MJEthnic Craft Indonesia terus melangkah memperkuat posisi Indonesia Timur di pasar dunia, sekaligus memastikan nilai budaya Nusantara tetap hidup dan mendunia.

Editor : Deni

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru