GARUT, KABARHIT.COM – Kawasan agrowisata Eptilu di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi contoh pengembangan pertanian modern berbasis koperasi yang mampu meningkatkan nilai tambah sektor hortikultura sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui wisata edukasi.
Hal tersebut terlihat dalam kunjungan media yang difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur ke kawasan agribisnis terpadu tersebut, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: BI dan Pemda Se-Jawa Perkuat Pembiayaan Inovatif untuk Dorong Investasi
Eptilu yang berdiri sejak 2013 berkembang sebagai pusat agribisnis hortikultura di dataran tinggi Desa Mekarsari. Kondisi geografis pegunungan yang sejuk dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai komoditas unggulan, terutama jeruk dan lemon, serta cabai, tomat, dan sayuran dataran tinggi lainnya.
Pengelola Eptilu, Rizal Fahreza, menjelaskan pengembangan usaha dilakukan melalui sistem manajemen terpadu yang mengintegrasikan proses produksi hingga pemasaran guna menjaga kualitas produk dan kepastian pasar bagi petani.
“Kami memastikan standar hasil panen tetap terjaga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani,” ujarnya.
Saat ini, luas lahan hortikultura yang dikelola mencapai lebih dari 75 hektare melalui koperasi produsen yang melibatkan puluhan anggota aktif dan ratusan petani binaan, mayoritas berasal dari kalangan generasi muda.
Baca juga: BI Jatim dan TNI AL Luncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke Kepulauan Sumenep
Tidak hanya berfokus pada produksi, Eptilu juga mengembangkan agrowisata edukatif. Pengunjung dapat mengikuti kegiatan petik buah langsung di kebun serta mempelajari proses budidaya hortikultura secara praktis. Kehadiran restoran di area kebun memperkuat konsep farm to table dengan bahan baku hasil panen sendiri.
Untuk menjaga stabilitas pendapatan petani, pengelola melakukan diversifikasi melalui pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, termasuk olahan buah dan produk turunan cabai.
Selain itu, teknologi digital mulai diterapkan dalam pengelolaan kebun, seperti pencatatan produksi dan perencanaan distribusi berbasis data guna meningkatkan efisiensi operasional.
Baca juga: BI Resmi Tutup JCFF 2026, Produk Lokal Jawa Siap Go Global
Bank Indonesia melalui program pengembangan klaster turut memberikan pendampingan kelembagaan, peningkatan kapasitas manajemen, serta dukungan promosi dan akses pasar guna memperkuat rantai pasok pangan dan mendorong pelaku usaha pertanian naik kelas.
Kunjungan media ini diharapkan menjadikan Eptilu sebagai praktik baik pengembangan agribisnis terpadu yang menggabungkan koperasi, inovasi teknologi, dan sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah
Editor : Deni Noel