SURABAYA, KABARHIT.COM – Legislator PDI Perjuangan yang Juga ketua DPRD Surabaya sekaligus Ketua Umum PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Syaifuddin Zuhri secara membuka Langsung Cabang Olahraga (Cabor) Atletik Piala Walikota Bertempat di Lapangan Thor, Sabtu (30/05/2026).
Para Peserta atletik kebanyak berasal dari SMP Hingga SMA, kegiatan ini
sekaligus untuk meramaikan Hari Jadi Kota Surabaya HJKS ke 733
Baca juga: Surabaya Belum Miliki Lapangan Voli Pantai Standar Nasional Jelang Porprov Jatim 2027
Ketua DPRD Surabaya, Saifuddin Zuhri mengatakan, kebetulan saya sebagai Ketua Umum PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Kota Surabaya, kejuaraan ini untuk memeriahkan dan mengenalkan kota Surabaya merebut piala Walikota.
Jadi para atlet se-Jawa Timur, kata Saifuddin Zuhri, khususnya SMP, SMA itu ada yang lari 400 meter, ada yang 5000 meter, ada yang 800 meter maka tentunya bahwa dalam rangka hari jadi kota Surabaya ke 733, selain mengenalkan kota Surabaya sebagai kota yang inklusif, kota yang modern.
“Tetapi juga ingin menyambut dengan adanya ulang tahun kota Surabaya ini mampu memunculkan atlet-atlet yang terus ada di Jawa Timur. Khususnya atlet-atlet yang ada di kota Surabaya,” ujar Saifuddin Zuhri.
Ia menjelaskan, kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk menjaga tradisi prestasi atletik Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di Jawa Timur.
Baca juga: Optimisme KONI Surabaya: Cabor Arung Jeram Targetkan Juara Umum Porprov Jatim
“Kami ingin terus memunculkan prestasi dan mempersiapkan atlet-atlet yang nantinya akan memperkuat Surabaya dalam ajang Porprov. Semangat para atlet harus terus dijaga agar prestasi yang selama ini diraih bisa dipertahankan,” terang Syaifuddin.
Dirinya juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kondisi fisik dan mental selama mengikuti pertandingan. Sebab, kejuaraan tersebut masih akan berlangsung dengan sejumlah rangkaian lomba pada hari berikutnya.
Syaifuddin menilai keberadaan Piala Wali Kota memiliki fungsi strategis sebagai wadah penjaringan sekaligus regenerasi atlet. Ia menyebut Surabaya selama ini memiliki tradisi kuat di cabang atletik, khususnya nomor lari, yang kerap menyumbang medali dalam berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Baca juga: Evaluasi Akhir Tahun KONI Jatim: Fokus Nomor Unggulan dan Single Event Jadi Kunci Prestasi
Meski fasilitas olahraga di Surabaya dinilai relatif lengkap, Syaifuddin menekankan pentingnya sinergi antara PASI, sekolah, dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga serta Pariwisata untuk memperluas pembinaan atlet usia dini.
Ke depan, pihaknya akan mendorong lebih banyak kompetisi atletik digelar di lingkungan sekolah agar potensi atlet muda dapat terdeteksi sejak awal.
“Surabaya tidak hanya harus dikenal sebagai kota modern dan kota pahlawan, tetapi juga sebagai kota yang mampu melahirkan pahlawan-pahlawan olahraga,” pungkasnya
Editor : Deni