SURABAYA, KABARHIT.COM – Kota Surabaya hingga kini belum memiliki lapangan voli pantai berstandar nasional maupun internasional. Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat Surabaya telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X tahun 2027.
Cabang olahraga voli pantai merupakan salah satu nomor yang dipertandingkan dalam ajang multi-olahraga terbesar di Jawa Timur tersebut. Namun, jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Kabupaten Sidoarjo yang telah memiliki lapangan voli pantai lengkap dengan tribun penonton, Surabaya dinilai masih tertinggal dari sisi sarana dan prasarana.
Penunjukan Surabaya sebagai tuan rumah Porprov X diumumkan pada penutupan Porprov IX/2025 di Malang Raya. Ajang ini akan kembali digelar di Kota Pahlawan setelah terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2007.
Mantan pemain voli nasional sekaligus pelatih voli pantai nasional, Andy Ardiansyah, turut menyoroti belum tersedianya venue voli pantai di Surabaya. Peraih medali emas SEA Games 2007 di Thailand bersama Koko Prasetyo itu menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Surabaya.
“Sampai sekarang Surabaya belum punya lapangan voli pasir atau voli pantai. Ini perlu perhatian serius, apalagi Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov 2027,” ujar Andy, Senin (9/2/2026).
Andy berharap Pemkot Surabaya segera membangun lapangan voli pantai yang representatif, bahkan idealnya dalam bentuk gedung olahraga (GOR) khusus voli pantai. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya penting untuk menyukseskan Porprov 2027, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang bagi pembinaan atlet.
“Harapannya, GOR voli pantai di Surabaya bisa menjadi tempat penyelenggaraan turnamen sekaligus pusat latihan atlet. Ke depan, pemain nasional bisa berlatih di Surabaya sebelum mengikuti turnamen internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas yang memadai akan mendorong Surabaya menjadi salah satu pusat pengembangan voli pantai nasional. Selain itu, hal tersebut juga akan memperkuat posisi Surabaya sebagai barometer olahraga di Jawa Timur.
Editor : Deni