SURABAYA, KABARHIT.COM - Ratusan kepala keluarga di Bulak Banteng Bandarejo, Kenjeran masih dihantui persoalan akses. Keluhan itu sampai ke DPRD Surabaya lewat H. Buchori Imron dari Fraksi PPP.
Warga petambak setempat mengaku sulit renovasi rumah. Mengangkut material bangunan pun jadi kendala karena pengaturan di kawasan tersebut.
Baca juga: Syaifuddin Zuhri: Bonek Bukan Ancaman, Tapi Kekuatan Surabaya Jaga Ketertiban
Buchori menyebut mayoritas warga sudah bermukim puluhan tahun. Ada yang tinggal sejak sebelum Indonesia merdeka. Karena itu ia minta persoalan ini jangan berlarut.
"Mereka lapor ke kami, mau perbaiki rumah aja susah. Material bangunan susah masuk ke permukiman," ungkap Buchori, Selasa 23 Juni 2026.
Aspirasi serupa sudah disampaikan ke Pemkot, Pemprov, bahkan pusat. Tapi kepastian penyelesaian belum ada sampai sekarang.
Baca juga: Syaifuddin Zuhri: Bonek Bukan Ancaman, Tapi Kekuatan Surabaya Jaga Ketertiban
Politisi dapil Surabaya 2 itu bilang keluhan paling banyak soal jalan keluar-masuk. Kawasan itu berada di wilayah yang terkait kepentingan pertahanan.
Akibatnya, setiap aktivitas pembangunan harus sesuai aturan. Dampaknya terasa saat warga mau benahi rumah atau Pemkot mau gelar pavingisasi."Kelurahan sudah siapkan paving, tapi kalau aksesnya dibatasi ya susah masuk materialnya," jelasnya.
Buchori berkomitmen mengawal kasus ini. Ia akan koordinasi dengan Pemkot Surabaya, ATR/BPN, Kemhan, dan TNI Angkatan Laut.Langkah awal, ia mau temui ATR/BPN untuk minta kejelasan status lahan. Dari situ baru dicari jalan tengah.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni Soroti Pemberhentian Petugas Sensus Disabilitas BPS
"Saya minta komunikasi intens antara Pemda, pusat, TNI AL dan warga. Harus ada solusi win-win untuk semua pihak," tegasnya.
Ia ingatkan sebagian besar warga gantung hidup dari tambak. Jadi kebijakan apapun harus jaga keberlanjutan mata pencaharian mereka."Kami cari solusi terbaik. Warga dapat kepastian, tapi aturan dan kepentingan negara juga tetap dijaga," pungkas Buchori.
Editor : Deni