TPS Tambah 18 Alat Bongkar Muat, Dukung Arus Peti Kemas Pelindo

Reporter : Deni Noel
Modernisasi peralatan bongkar muat Terminal Petikemas Surabaya dengan penambahan QCC dan E-RTG

SURABAYA, KABARHIT.COM- Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan operasional guna mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas. Langkah ini sejalan dengan peningkatan arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas yang mencapai 10,31 juta TEUs sepanjang Januari-September 2026, atau tumbuh 5,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu terminal peti kemas utama di Indonesia Timur, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat kapasitas layanan melalui modernisasi peralatan operasional. Sepanjang tahun 2026, TPS menambah 4 unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) guna meningkatkan produktivitas bongkar muat, keandalan layanan, serta kesiapan menghadapi pertumbuhan volume peti kemas internasional dan domestik.

Baca juga: TPS Salurkan 2.000 Bibit Mangrove ke Gresik, Perluas Program Donasi Oksigen Bersama PII

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa penguatan fasilitas dan peralatan operasional di TPS merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran arus logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing perdagangan Indonesia di pasar global.

“Penambahan peralatan modern di TPS merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas terminal dalam mendukung pertumbuhan perdagangan internasional. Kami melihat peningkatan arus peti kemas Pelindo yang telah menembus 10,3 juta TEUs sebagai indikator positif bagi perekonomian nasional. TPS berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan agar arus barang ekspor-impor dapat berjalan semakin lancar, efisien, dan kompetitif sehingga mampu memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional di Indonesia Timur.”

Ali menambahkan bahwa modernisasi peralatan dan peningkatan kualitas layanan menjadi langkah penting dalam mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan logistik sekaligus mendukung integrasi rantai pasok nasional dan internasional.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menilai pertumbuhan arus peti kemas sepanjang Januari hingga September 2026 menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik, khususnya di Jawa Timur.

“Pertumbuhan arus peti kemas ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengiriman barang, terutama untuk kegiatan ekspor dan impor, terus berkembang. Ini menjadi indikasi positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik di Jawa Timur,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah TPS dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui penambahan fasilitas serta modernisasi peralatan bongkar muat, termasuk penambahan 4 unit QCC dan 14 unit E-RTG. Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut perlu diimbangi dengan kecepatan layanan, kepastian jadwal kapal, kelancaran arus peti kemas, serta biaya logistik yang kompetitif.

“Dengan begitu, aktivitas logistik di Jawa Timur dapat berjalan semakin lancar dan mampu mendukung daya saing industri serta perdagangan, baik di pasar domestik maupun internasional,” ungkap Wibi, panggilan akrabnya.

Berikut naskah berita yang telah dirapikan dengan gaya jurnalistik Kabarhit.com, disertai optimasi SEO.

SURABAYA, KABARHIT.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan operasional guna mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas. Langkah ini sejalan dengan peningkatan arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas yang mencapai 10,31 juta TEUs sepanjang Januari-September 2026, atau tumbuh 5,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, arus peti kemas internasional tercatat mencapai 3,54 juta TEUs atau meningkat 10,34 persen. Sementara itu, arus peti kemas domestik mencapai 6,77 juta TEUs.

Sebagai salah satu terminal peti kemas utama di kawasan Indonesia Timur, TPS melakukan modernisasi peralatan operasional sepanjang 2026. Penguatan fasilitas tersebut dilakukan melalui penambahan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG).

Penambahan peralatan modern ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat, memperkuat keandalan layanan, serta memastikan kesiapan terminal dalam menghadapi pertumbuhan volume peti kemas internasional maupun domestik.

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, mengatakan penguatan fasilitas dan peralatan operasional merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung kelancaran logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia di pasar global.

“Penambahan peralatan modern di TPS merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas terminal dalam mendukung pertumbuhan perdagangan internasional. Kami melihat peningkatan arus peti kemas Pelindo yang telah menembus 10,3 juta TEUs sebagai indikator positif bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Ali menegaskan, TPS berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan agar aktivitas ekspor-impor berjalan lebih lancar, efisien, dan kompetitif. Upaya tersebut sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional di kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, modernisasi peralatan dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kebutuhan logistik yang terus berkembang, sekaligus mendukung integrasi rantai pasok nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menilai pertumbuhan arus peti kemas tersebut menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik, khususnya di Jawa Timur.

“Pertumbuhan arus peti kemas ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengiriman barang, terutama untuk kegiatan ekspor dan impor, terus berkembang. Ini menjadi indikasi positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik di Jawa Timur,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah TPS meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui penambahan fasilitas serta modernisasi peralatan bongkar muat, termasuk empat unit QCC dan 14 unit E-RTG.

Namun, Sebastian mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas terminal perlu diimbangi dengan kecepatan pelayanan, kepastian jadwal kapal, kelancaran arus peti kemas, serta biaya logistik yang kompetitif.

“Dengan begitu, aktivitas logistik di Jawa Timur dapat berjalan semakin lancar dan mampu mendukung daya saing industri serta perdagangan, baik di pasar domestik maupun internasional,” ungkap Wibi, sapaan akrabnya.

Editor : Tri Karyono

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru