Jika Memenuhi Syarat, Komisi D Berharap PTM 100 Persen Segera Dilaksanakan

avatar kabarhit.com

KABARHIT, SURABAYA Terkait rencana Pemkot Surabaya akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen, Komisi D DPRD Kota Surabaya menilai, jika sudah memenuhi persyaratan seperti vaksinasi, sebaiknya PTM 100 Persen segera dilakukan.

Anggota Komisi D, Hari Santosa, SH mengatakan, jika Dinas Pendidikan (Dispendik) sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) soal vaksinasi para murid atau siswa dan tidak ada lagi keberatan dari orang tua murid, sebaiknya memang PTM 100 persen segera dilakukan.

Terlebih saat ini akan mengahadapi ujian nasional dan kenaikan kelas, jadi PTM 100 persen penting digelar. Meskipun hasil Unas dan kenaikan kelas tidak lagi menjadi tolak ukur kelulusan siswa, namun PTM akan membuat kepercayaan diri siswa meningkat, ujarnya di Surabaya, Kamis (17/03/22).

Ia menegaskan, jika semua proses syarat PTM 100 persen sudah terpenuhi, Dispendik Surabaya sesegera mungkin PTM harus dilakukan. Sekali lagi PTM 100 persen baik guna meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi ujian nasional dan kenaikan kelas.

Kedua, jelas politisi Partai Nasdem Surabaya ini, sekarang ini sekolah sudah membuka pendaftaran murid baru, jadi jika PTM 100 persen sudah digelar, tentu baik bagi peningkatan kepercayaan calon siswa baru, termasuk orang tua wali murid.

Jadi menurut saya segera lakukan dilakukan saja PTM 100 persen, apalagi kedepan kan Pemkot Surabaya akan mengcover biaya sekolah setingkat SMA, tentu ini akan meningkatkan kepercayaan murid akan meneruskan jenjang sekolah disaat PTM 100 persen digelar, tuturnya.

Hari Santoso kembali mengatakan, dengan PTM 100 persen maka siswa bisa langsung mendapatkan informasi dari para guru-guru. Jadi sebaiknya segera direalisasikan PTM 100 persen di Surabaya, ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh menerangkan, seiring ditetapkannya PPKM Level 2 di Kota Surabaya, maka mulai Senin (14/3/2022), PTM SD-SMP diterapkan 50 persen bergantian tanpa sesi. Sedangkan 50 persennya, mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

"Sambil terus kita lakukan evaluasi. Mudah-mudahan level PPKM di Surabaya terus turun ke Level 1 dan bisa menuju ke 100 persen PTM," kata Yusuf saat menggelar konferensi pers di kantor eks Humas Pemkot Surabaya, Rabu (16/3/2022).

Yusuf menyebut, apabila nanti PTM diterapkan 100 persen, maka tentu di awal pola yang dijalankan tetap menyesuaikan dengan kondisi sekolah. Sebab, setiap sekolah itu memiliki ruangan kelas dengan kapasitas yang berbeda.

"Kita acuannya tetap pada SKB 4 Menteri dan PPKM Inmendagri. Kalau sudah level 1, kalau memungkinkan 100 persen pakai shift, kita lakukan. Karena kondisi sekolah itu variatif, ada yang luasan kelas lebar, ada yang kecil," pungkasnya.(**)

and

Editor : Deni