Lebih Dari Sekadar Turnamen: AkuKoncomu Cup Jadi Simbol Persahabatan Tanpa Batas di Surabaya

SURABAYA, KABARHIT.COM Sabtu pagi itu tidak sekadar dipenuhi suara tawa dan dentingan gelas kopi. Lebih dari 250 pasang mata saling bertatap di meja-meja kecil, menebar senyum, menghitung langkah, dan menimbang strategi dalam keheningan yang bersahabat. Bukan catur, bukan bridge — ini turnamen domino bertajuk #AkuKoncomu Cup, tapi semangatnya jauh melampaui sekadar permainan.

Turnamen ini menjadi penanda lahirnya sebuah komunitas sosial baru: #AkuKoncomu, buah gagasan dari Azhar Kahfi, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya. Komunitas ini hadir bukan untuk menambah daftar panjang organisasi, tapi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pertemanan dan silaturahmi dalam kehidupan sosial yang semakin terfragmentasi.

“Kita hidup di era serba cepat, serba digital. Tapi justru itu membuat kita lupa menyapa. Domino ini jadi jembatan — sederhana, tapi bermakna,” ungkap Kahfi di hadapan peserta yang datang dari Surabaya, Mojokerto, Situbondo, Gresik, bahkan Bekasi.

Domino mungkin dikenal sebagai permainan tempo dulu. Tapi lewat turnamen ini, ia dibalut makna baru — sebagai olahraga strategi, media edukasi sosial, dan alat pemersatu masyarakat.

“Domino melatih kita berpikir cepat, membaca situasi, dan menghormati lawan main. Semua nilai itu sangat relevan untuk kehidupan bermasyarakat,” jelas Muhammad Alyas, Ketua PORDI Jawa Timur yang turut hadir dan membuka acara secara resmi.

PORDI sebagai organisasi resmi olahraga domino, mendukung penuh inisiatif AkuKoncomu dan mendorong lahirnya ‘gardu-gardu silaturahmi’ berbasis kelurahan yang bisa menjadi pusat kegiatan sosial berbasis permainan edukatif.

Total hadiah Rp35 juta yang diperebutkan peserta memang menggiurkan. Tapi Kahfi menegaskan bahwa bukan itu inti dari turnamen ini.

“Uang bisa habis, tapi teman yang kita temui hari ini bisa jadi kawan seumur hidup. Itu yang lebih berharga,” katanya dengan nada penuh harap.

Kota Bondowoso tercatat sebagai peserta terbanyak dengan 38 pasangan, disusul Surabaya. Hadir pula lima pasangan dari Polda Jatim, menunjukkan dukungan institusional terhadap olahraga yang mulai naik daun ini.

Silaturahmi Adalah Pemenang Sejati

Tak peduli siapa juara satu, karena bagi semua peserta, kehadiran di acara ini adalah kemenangan. Di sela kompetisi, peserta saling berkenalan, bertukar nomor, bahkan merencanakan pertemuan lanjutan. Beberapa komunitas daerah bahkan sudah bersepakat membentuk perwakilan AkuKoncomu di kota masing-masing.

“Ini awal yang baik. Semoga menjadi gerakan nasional. Kita mulai dari domino, tapi tujuannya adalah membangun Indonesia yang lebih akrab, lebih peduli,” ujar Kahfi yang disambut tepuk tangan hangat.

Turnamen ditutup dengan pemberian sertifikat kepada pemenang, dan pembagian hadiah yang dilakukan secara santai namun penuh semangat kekeluargaan. Tidak ada gesekan, tidak ada sengketa — hanya semangat sportivitas yang tulus.

#AkuKoncomu adalah gerakan sosial yang lahir dari keresahan terhadap menurunnya interaksi antarmanusia di era digital. Dengan pendekatan kegiatan santai namun bermakna seperti turnamen domino, komunitas ini mengusung tiga nilai utama: Persahabatan, Silaturahmi, dan Aksi Sosial Nyata.

 

Editor : Deni