Kader Tidar Mojokerto Tolak Rencana Budi Arie untuk Gabung Partai Gerindra

Ketua Umum PP Tidar Rahayu Saraswati (Kiri) bersama Ketua Tidar Mojokerto Defy Firman Al Hakim (Kanan).
Ketua Umum PP Tidar Rahayu Saraswati (Kiri) bersama Ketua Tidar Mojokerto Defy Firman Al Hakim (Kanan).

MOJOKERTO, KABARHIT.COM – Rencana mantan Menteri Koperasi (Menkop) RI Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ingin bergabung dengan Partai Gerindra mendapat sorotan publik.

Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Mojokert, Defy Firman Al Hakim menyatakan penolakan atas kabar tersebut. Menurutnya, Partai Gerindra bukan tempat bagi figur politik yang hanya mencari panggung.

“Partai Gerindra bukan tempat bagi siapa pun yang hanya ingin mencari panggung politik,” ujar Defy dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (9/11/2025) sore.

Defy menegaskan bahwa Partai Gerindra merupakan wadah perjuangan bagi kader yang siap berproses dari bawah untuk kemajuan bangsa, sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto.

“Partai Gerindra adalah rumah bagi pejuang yang bekerja dengan ketulusan, bukan tempat singgah bagi mereka yang hanya ingin tampil saat langit politik cerah,” tegasnya. 

Defy menuturkan, setiap kader Partai Gerindra dibentuk melalui proses panjang, mulai dari level akar rumput hingga Nasional. Kaderisasi di tubuh partai Gerindra juga berjalan secara berjenjang melalui sayap organisasi kepemudaan, termasuk Tidar.

“Kalau di Tidar saja proses kaderisasinya ketat, apalagi Partai Gerindra. Bergabung ke partai besar tidak bisa instan. Harus ada niat perjuangan, bukan sekadar pencitraan,” kata Defy yang juga Komandan Cyber Tidar.

Defy pun menilai banyak kader menolak rencana masuknya Budi Arie karena masih mengingat perjuangan kader Gerindra di masa awal pendirian partai.

“Kita tidak akan lupa bagaimana para senior berjuang berdarah-darah sebelum tahun 2019. Dan, kita juga ingat bagaimana dulu Budi Arie melalui Projo memperlakukan para senior Partai Gerindra dengan kurang pantas. Jadi, wajar banyak kader menolak,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Defy memastikan Tidar Mojokerto tetap mengikuti arahan Ketua Umum PP Tidar, Rahayu Saraswati untuk menjaga marwah partai dan mencetak kader muda yang tangguh.

“Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin berjuang bersama, tetapi jangan datang hanya untuk mencari sorotan publik. Partai Gerindra bukan hanya panggung politik, melainkan medan juang,” pungkasnya.

Editor : Ipul