SURABAYA, KABARHIT.COM – Rencana hadirnya armada TransJatim Koridor 8 di wilayah Malang Raya akhirnya menemui titik terang. Bus rapid transit milik Pemprov Jatim itu dijadwalkan meluncur pada 20 November 2025 mendatang, meliputi rute Kabupaten Malang dan Kota Malang.
Sebelum diluncurkan, program ini sempat menuai penolakan dari sejumlah sopir angkot dan bus lokal. Mereka khawatir keberadaan TransJatim akan menggerus pendapatan dan mematikan trayek angkutan lama.
Anggota Komisi D DPRD Jatim Harisandi Savari menilai polemik ini bermula dari kurangnya komunikasi pemerintah dengan masyarakat transportasi di Malang Raya. Namun, ia yakin kajian pemerintah sudah matang dan tidak akan merugikan sopir lokal.
"Saya yakin pemerintah sudah menghitung semuanya, termasuk soal pendapatan masyarakat lokal. Justru kehadiran TransJatim bisa menjadi pelengkap kebutuhan transportasi warga," ujar Harisandi.
Menanggapi keresahan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono menegaskan bahwa TransJatim hadir untuk merangkul para sopir, bukan mematikan angkutan lama. Dishub pun melakukan pemetaan ulang rute agar bus tetap terhubung dengan fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar, dan sekolah.
"Kami masuk terminal tipe B. Supirnya juga dari mereka, pekerja kebersihan bus juga dari masyarakat setempat. Jadi kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan," kata Nyono saat ditemui awak media di DPRD Jatim, SurabayaRabu (12/11/2025).
Dishub memastikan rute TransJatim hanya akan melintasi koridor utama tanpa menyentuh jalur feeder. Penumpang yang menuju kawasan perumahan atau jalur kecil akan dioper ke angkutan feeder lewat sistem pemetaan baru.
Di sisi lain, sopir angkot meminta Pemkot Malang menghadirkan skema BTS (buy the service) agar ada konversi angkot menjadi bus sekolah.
"InsyaAllah Pak Wali Kota menjanjikan itu. Prinsipnya kita kolaborasi, tidak saling mematikan," jelas Nyono.
Dishub Jatim menegaskan TransJatim di Malang Raya nantinya juga akan melewati Stasiun Baru dan Terminal Hamid Rusdi.
Editor : Ipl