Wagub Emil Launching Program Disabilitas JAWARA pada Puncak Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025

Wagub Emil saat mengunjungi salah satu stand bazar gelaran puncak hari Disabilitas Internasional di UPT Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan. (Foto: Adpim for kabarhit)
Wagub Emil saat mengunjungi salah satu stand bazar gelaran puncak hari Disabilitas Internasional di UPT Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan. (Foto: Adpim for kabarhit)

PASURUAN, KABARHIT.COM -  Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meluncurkan Program Disabilitas Jawara (Jawa Timur Sejahtera) pada gelaran puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di UPT Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan, Rabu (3/12/2025) sore.

Program ini menjadi upaya komprehensif Pemprov Jatim dalam memperkuat kemandirian penyandang disabilitas melalui pemberdayaan sosial, akses usaha, peningkatan keterampilan, serta penguatan ekosistem inklusif di Jawa Timur.

“Hari ini, kita meluncurkan Disabilitas Jawara sebagai langkah besar untuk memastikan saudara-saudari kita penyandang disabilitas mendapatkan akses yang lebih adil, lebih mudah, dan lebih bermartabat. Peluncuran ini juga menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim untuk terus menghadirkan pelayanan yang inklusif dan keberpihakan nyata bagi seluruh saudara-saudara kita dengan kebutuhan khusus," ujar Emil.

Peluncuran Disabilitas Jawara lanjutnya, hadir sebagai jawaban atas kebutuhan intervensi berkelanjutan bagi penyandang disabilitas, khususnya kategori disabilitas ringan. 

Tak hanya itu, program ini juga melengkapi intervensi Pemprov Jatim melalui ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas) yang telah menjangkau 5.000 penyandang disabilitas berat, memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar. 

Sementara bagi penyandang disabilitas ringan, Disabilitas Jawara diarahkan untuk membuka akses usaha, meningkatkan keterampilan, serta menghadirkan pendampingan pemberdayaan.

"Di Jatim kita memiliki 171.057 penyandang disabilitas, dan angka tersebut menggambarkan manusia dengan cerita dan perjuangan yang tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri," katanya

"Memang ASPD memberikan perlindungan bagi mereka yang memiliki tantangan produktivitas. Tetapi melalui KIP JAWARA dan Disabilitas JAWARA, kita ingin menghadirkan ruang gerak, peluang usaha, dan kesempatan untuk berkarya bagi penyandang disabilitas ringan,” tambahnya.

Disabilitas Jawara kata Emil, bukan sekadar program bantuan, tetapi langkah nyata mengangkat martabat dan memastikan tidak ada satu pun warga Jawa Timur yang tertinggal. 

"Ini adalah upaya membuka akses, meningkatkan keterampilan, dan menghadirkan pendampingan agar mereka dapat memperkuat kemandiriannya. Semangatnya adalah agar mereka bisa berdiri mandiri, hidup lebih berkualitas, dan memiliki kebanggaan atas usaha mereka sendiri,"ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Emil juga memberikan apresiasi khusus kepada perusahaan dan dunia usaha yang telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa semakin banyak perusahaan yang inklusif, maka semakin besar peluang Disabilitas Jawara untuk mandiri dan memperoleh mobilitas sosial yang lebih baik.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah membuka lapangan kerja bagi para dsabilitas Komitmen ini bukan hanya menunjukkan keberpihakan, tetapi membuktikan bahwa kita semua adalah setara tanpa terkecuali, ucapnya

Menurutnya, kontribusi sektor industri yang memberi ruang bagi pekerja disabilitas merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih berkeadilan.

“Kita ingin memastikan setiap warga, tanpa kecuali, memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Perusahaan yang menerima pekerja disabilitas dalah garda terdepan perubahan menuju masa depan Jawa Timur yang lebih maju dan manusiawi,” imbuhnya.

Pada gelaran tersebut juga dilakukan penyerahan berbagai dukungan bagi penyandang disabilitas, mulai dari bantuan alat bantu mobilitas, sarana produktif, hingga paket peningkatan keterampilan dan wirausaha. Ada pula penyerahan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan pekerja disabilitas.

Editor : Ipl