SURABAYA, KABARHIT.COM – Momentum peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) dinilai menjadi refleksi sekaligus titik tolak kebangkitan bangsa. NU disebut telah membuktikan diri sebagai pilar persatuan nasional, penjaga moderasi beragama, serta benteng moral bangsa selama satu abad perjalanan Indonesia.
Hal itu disampaikan Anggota komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, NU konsisten merawat tradisi Islam rahmatan lil ‘alamin yang menyejukkan, inklusif, dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Peran NU sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia,” ujarnya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera menegaskan, NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan kekuatan sosial dan kultural yang mampu menjaga keseimbangan antara agama, budaya, dan negara.
Lebih lanjut, Puguh menyebut pihaknya berkomitmen untuk terus berdiri bersama NU dalam memperjuangkan nilai keadilan sosial, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, peringatan satu abad NU tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah, tetapi harus menjadi momentum kebangkitan umat dan bangsa di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Puguh juga menaruh perhatian pada peran generasi muda NU. Pria kelahiran Malang, 1984, itu mendorong kader muda NU untuk tampil sebagai motor inovasi dan kepemimpinan agar nilai perjuangan para ulama pendiri NU tetap relevan di era modern.
“Generasi muda NU harus berani mengambil peran strategis, menghadirkan inovasi, dan menjadi pemimpin masa depan tanpa kehilangan akar tradisi,” tegasnya.
Ia pun berharap semangat Harlah ke-100 NU dapat menjadi pemacu penguatan persatuan nasional dan karakter bangsa.
“Semangat satu abad NU harus menjadi energi kolektif untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat,” pungkasnya.
Editor : Ipul