SURABAYA, KABARHIT.COM — Angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat PTM menyumbang 65,5ri total kematian.
Tiga penyakit yang dominan ialah hipertensi, diabetes melitus (DM), dan penyakit jantung. Temuan ini sejalan dengan laporan Dinas Kesehatan Jatim.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas mendorong Pemprov Jatim memperkuat langkah promotif dan preventif dalam menekan lonjakan PTM.
"Angka ini luar biasa tinggi. Penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar di Jatim dan trennya terus meningkat. Hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung mendominasi," ujar Puguh kepada wartawan Kabarhit.com di Surabaya, Selasa (2/12/2025).
Sekretaris Fraksi PKS Jatim itu menegaskan situasi ini harus menjadi perhatian serius Pemprov Jatim, terutama menjelang penetapan rencana kerja tahun 2026. Ia menilai penanganan PTM tak bisa hanya mengandalkan layanan kuratif di rumah sakit.
"Pemprov harus fokus pada langkah preventif dan promotif. Edukasi kesehatan harus masif, komprehensif, sampai level desa. Kesadaran masyarakat soal gaya hidup sehat harus jadi prioritas," tegasnya.
Dengan lebih dari 900 puskesmas tersebar di Jatim, Puguh meminta fasilitas kesehatan itu dimaksimalkan sebagai ujung tombak edukasi. Ia juga menilai pemberdayaan kader kesehatan desa penting agar kampanye kesehatan memiliki narasi yang sama.
"Mereka harus bisa menyampaikan pesan yang efektif soal pentingnya menjaga kesehatan agar masyarakat terhindar dari tiga penyakit mematikan ini," imbuhnya.
Menurut Puguh, gaya hidup tak sehat menjadi pemicu terbesar hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Karena itu, edukasi harus diperkuat.
"Pintu masuk meningkatnya PTM adalah gaya hidup. Kalau edukasi kuat dan masyarakat sadar, risiko PTM bisa ditekan signifikan," jelasnya.
Puguh juga mengingatkan agar pembiayaan kesehatan tidak terus tersedot untuk pengobatan kuratif. Ia meminta fokus anggaran digeser ke pencegahan.
"Ke depan, anggaran jangan habis untuk kuratif. Promotif dan preventif harus digencarkan. Ini investasi kesehatan jangka panjang," tegasnya.
Ia pun berharap Pemprov, tenaga kesehatan, dan masyarakat bersama-sama membangun kesadaran kolektif demi menekan angka kematian akibat PTM.
"Ini tanggung jawab bersama. Jika kesadaran meningkat, kualitas kesehatan masyarakat Jatim akan jauh lebih baik," pungkasnya.
Editor : Ipul