KABARHIT, MADIUN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkesempatan menyampaikan paparan terkait kondisi dan penanganan Covid-19 serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jatim, di Pendopo Ronggo Djumeno. Kamis (19 Agustus 2021) siang.
Di hadapan Presiden Jokowi dan juga Bupati/Walikota se Jatim yang hadir, Gubernur Khofifah memaparkan bahwa kondisi dan penanganan COVID-19 di Jatim sudah mulai kondusif dan terkendali berdasarkan dari beberapa indikator yang ada.
"Kami ingin melaporkan kepada bapak Presiden terkait penanganan COVID-19 di Jatim, bahwa dengan adanya pemberlakuan PPKM berlevel terbukti efektif menurunkan angka penyebaran COVID-19," ungkapnya
Khofifah menjelaskan, berdasarkan data per 18 Agustus 2021, dibandingkan data per 3 Juli 2021 BOR RS Rujukan COVID-19 di Jatim menunjukkan penurunan signifikan dan sudah dibawah standar WHO 60%.
Baca Juga Gubernur Jatim Lepas Merdeka Ekspor Komuditas Pertanian
Dimana untuk BOR ICU dari 78% turun menjadi 59%, BOR Isolasi biasa dari 81% turun menjadi 42%, BOR RS Lapangan dari 69% turun menjadi 30%, dan BOR Rumah Karantina dari 50% turun menjadi 22%.
"Alhamdulillah sudah 9,4% untuk tracing dan kami akan terus meningkatkan terutama untuk testingnya," imbuh orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.
Terkait harga tes swab PCR, Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke lapangan dan hasilnya harga sudah turun sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
"Rate of Transmission Jawa Timur tercatat hari Rabu (18/8) adalah 0,45 artinya jauh dibawah 1, jadi bahwa proses penyebaran di Jawa Timur Insyahlah sudah makin terkendali," tuturnya. dikutip Kabarhit.com dari www.jatimprov.go.id
"Kami berharap kepada Bapak Presiden berkenan membantu pengadaan gedung cold storage untuk penyimpanan vaksin dan gudang obat yang kapasitasnya lebih besar di Dinas Kesehatan Jatim.
Sementara itu, Presiden Jokowi berpesan kepada Gubernur Khofifah, Bupati/Walikota se Jatim dan Forkopimdanya bahwa virus Corona merupakan sesuatu yang sulit diduga dengan kalkulasi apapun, sehingga perlu penanganan ekstra.
Pengeluaran percepat, realisasi percepat, belanja-belanja percepat, belanja modal semuanya percepat, belanja barang semuanya percepat, semuanya berkaitan dengan uang beredar yang ada di daerah saudara-saudara," tegasnya.
And
Editor : Deni Noel
DPP GMNI: Popularitas Program Tak Boleh Jadi Alasan Langgar Konstitusi
JAKARTA, KABARHIT.COM — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menyoroti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor…
Promo Rp8 HUT RI, Commuter Line Surabaya Operasikan 50 Perjalanan
SURABAYA, KABARHIT.COM — KAI Commuter menghadirkan promo tarif khusus Rp8 untuk pengguna Commuter Line dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan…
154 Mahasiswa Unitomo Dampingi Warga Bejijong Kembangkan Potensi Desa
MOJOKERTO, KABARHIT.COM — Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menerjunkan 154 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik…
Bang Jo Dorong Perda Disabilitas untuk Wujudkan Surabaya Inklusif
SURABAYA, KABARHIT.COM — Komisi D DPRD Kota Surabaya mendorong percepatan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Disabilitas sebagai langkah…
TNI AL Kodaeral IX Perkuat Sinergi Lewat Dialog Kebangsaan di Ambon
AMBON, KABARHIT.COM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah,…