SURABAYA | KABARHIT - Selasa (23/08), Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan Seksual. Bertempat di Auditorium Ki Moh. Saleh, Rektor, Siti Marwiyah di hadapan mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)
disaksikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah VII, Prof. Dyah Sawitri mengajak seluruh civitas academika untuk menolak dan memberantas kekerasan seksual.
Baca juga: Sambut Dies Natalis 45, Unitomo Gandeng Nurul Hayat Gelar Khitan Massal Laser Gratis 140 Anak
Baca Juga : Unitomo Gelar Sosialisasi Tentang JAFA dan Matching Fund
"Saya mengangkat Nuril Huda, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi ketua Satgas Anti Kekerasan Seksual, yang anggotanya sebanyak 50% merupakan mahasiswa. Karena terkait hal ini kita harus saling mengawasi, dan berani speak up bila menemukan kasus ini", ujarnya.
Iyat, sapaan akrab Siti Marwiyah menambahkan dibentuknya satgas tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021 tentang "Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi".

"Artinya kita melakukan aktivitas preventif, jangan sampai dunia pendidikan khususnya di Unitomo muncul kasus yang kurang mengenakkan", imbuhnya.
Baca juga: Unitomo Gelar Latgab PMR 2026, 1.400 Siswa Berlatih Urban Heat
Sementara Prof. Dyah Sawitri, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Unitomo dalam membentuk Satgas Anti Kekerasan Seksual.
"Ini bisa menjadi contoh bagi kampus-kampus lain dalam mencegah dan memberantas kekerasan seksual. Karena kita tahu, di dunia pendidikan akhir-akhir ini marak terjadi kasus kekerasan seksual", kata perempuan pertama yang memimpin L2Dikti Wilayah VII ini.
Dalam menguatkan karakter secara adab dan akhlak, menghadirkan Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental Az-Zainy Malang, KH. Zain Baik sebagai narasumber.
Baca juga: FIPS Unitomo MoU dengan License Academy, Mahasiswa Sastra Jepang Bisa Studi ke Jepang
"Saya akan sampaikan bagaimana para Soetomo Muda ini tolak kekerasan seksual di kampus. Bagaimanapun kampus ini adalah kampus kebangsaan
Dan mahasiswanya sangat cerdas, jadi mengenai hal-hal sensitif seperti ini harus lebih bisa diatasi dengan sigap dan intelek," tutupnya
Dn
Editor : Deni Noel