SURABAYA, KABARHIT.COM - April 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 kembali menyambut kedatangan kapal pesiar mewah Viking Orion Cruise yang bersandar di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (17/4/2026).
Kapal berbendera Norwegia tersebut membawa sebanyak 903 penumpang yang siap menikmati ragam destinasi wisata serta kekayaan budaya di Surabaya dan sekitarnya.
Kedatangan Viking Orion semakin menegaskan posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu gerbang wisata maritim internasional di Indonesia. Selama berada di Kota Pahlawan, para wisatawan mancanegara dijadwalkan mengikuti berbagai paket wisata yang telah disiapkan operator tur, mulai dari kunjungan ke kawasan heritage, pusat budaya, hingga sentra ekonomi kreatif dan UMKM.
Untuk menunjang kelancaran layanan, Pelindo telah menyiapkan berbagai fasilitas operasional. Di antaranya area parkir yang mampu menampung 25 unit bus besar dan 7 kendaraan kecil guna mendukung mobilitas wisatawan. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan bersama operator tur, instansi terkait, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses kedatangan hingga keberangkatan kapal berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Sub Regional Head Jawa PT Pelindo (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa kedatangan kapal pesiar internasional menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran pelabuhan sebagai penghubung sektor transportasi, pariwisata, dan ekonomi daerah.
“Kami menyambut baik kembali singgahnya Viking Orion di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara. Kehadiran kapal pesiar ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap kesiapan infrastruktur dan layanan kepelabuhanan yang kami miliki. Pelindo berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik guna mendukung pengembangan pariwisata nasional sekaligus memperkuat posisi Tanjung Perak sebagai hub wisata maritim internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Branch Manager Kalimas Sub Holding Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menegaskan bahwa aktivitas kapal pesiar memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah.
“Kunjungan kapal pesiar tidak hanya berdampak pada sektor kepelabuhanan, tetapi juga menggerakkan perekonomian kota karena membawa wisatawan mancanegara. Ini memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, sekaligus menjadi sarana promosi destinasi wisata Surabaya,” jelas Ana.
Ia menambahkan, manfaat ekonomi dari kunjungan tersebut menyentuh berbagai sektor, mulai dari transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata daerah.
“Wisatawan juga diarahkan ke kampung-kampung heritage, sehingga mereka dapat merasakan pengalaman wisata yang lebih autentik sekaligus memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tambahnya.
Pelindo optimistis tren kunjungan kapal pesiar internasional ke Surabaya akan terus meningkat seiring peningkatan layanan, penguatan fasilitas terminal penumpang, serta sinergi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata. Kehadiran kapal pesiar internasional diharapkan semakin memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata maritim unggulan di kawasan Asia.
Editor : Deni